Seputar ZIS

Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa berarti bertambah dan tumbuh. Dalam bahasa Arab asal kata zakat adalah zaka yang apabila kata ini mengikuti tanaman berarti tanaman tersebut tumbuh dan bertambah, selain itu zaka bisa juga diartikan dengan bersih tanpa cacat.

Sedangkan bila dilihat dari istilah fikih, zakat berarti, sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Alah diserahkan kepada orang-orang yang berhak.

Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fikih mengatakan bahwa shadaqah wajib dinamakan zakat, sedang shadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.

Hukum Zakat

Zakat dalam Islam adalah sesuatu yang sangat penting bahkan ia menjadi pilar Islam yang ketiga setelah Syahadatain dan Shalat. Oleh sebab itu, ia tidak boleh ditinggalkan. Bila ia ditinggalkan maka akan keroposlah bangunan Islam.

Selain itu, perhatian Islam tentang zakat juga menjadi bukti akan kesempurnaan Islam. Sebagaimana kita lihat di dalam Al Quran, kata zakat disebut sebanyak 33 kali. Dan di antara 33 kali tersebut 27 di antaranya senantiasa disandingkan dengan shalat.

yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat. (Al Mu’minuun: 2-4)

Tidak cukup hanya dengan ibadah yang kuat antara diri dengan Allah. Keimanan kepada Allah harus dibuktikan dengan adanya perhatian terhadap sesama dan ini diwujudkan dengan kewajiban untuk menunaikan zakat.

Hikmah Zakat

Pertama, zakat adalah sebuah bukti yang kita tunjukkan bahwa kita cinta, taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya. Zakat adalah sebuah bukti bahwa kita juga meyakini adanya hari akhir di mana semua kebaikan dan kejahatan akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Oleh sebab itu zakat merupakan bukti sudah secinta apakah kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan juga bukti seyakin apakah kita terhadap janji-janji Allah yang diberikan kepada orang yang membayar zakat?

Kedua, dalam pembagian harta zakat, pelaksanaannya menunjukkan adanya perhatian dari muslim yang kaya kepada muslim yang membutuhkan. Dalam kehidupan dunia memang sudah diciptakan Allah ada yang kaya dan ada yang miskin. Ada yang tinggi dan ada yang rendah. Memang demikianlah ketetapan Allah. Tapi Allah juga mengajarkan agar yang kaya menyisihkan hartanya kepada yang miskin.

Hal ini akan meningkatkan persatuan dan ukhuwah di antara umat Islam. Para muslim yang kurang mampu akan menjaga harga diri mereka untuk menghindari meminta-minta dan berbuat kejahatan bila para muslim kaya menyadari bahwa di antara harta-harta yang telah dititipkan Allah ada hak bagi mereka yang membutuhkan.

Ketiga, zakat akan memberikan kesucian dan bertambahnya harta. Jadi bukan hanya mensucikan harta, bahkan mensucikan jiwa para pemilik hartanya. Dengan memberikan zakat dan shadaqah maupun infaq Allah sudah menjanjikan bahwa harta yang diinfaq-kan akan bertambah, bertambah, dan bertambah.

Untuk hikmah yang ketiga ini bahkan para non-muslim sudah membuktikannya. Para pengusaha-pengusaha non muslim sudah meyakini bahwa cara agar hartanya bertambah adalah dengan berbagi. Oleh sebab itu umat Islam sudah semestinya lebih memahami hal ini dibandingkan umat agama lain.

Hukuman Bagi yang tidak Menunaikannya

Sungguh berat hukuman bagi mereka yang tidak menunaikan zakat. Di surat At-Taubah: 34-35 disebutkan,

Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas dan perak itu dalam neraka jahanam lalu dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari apa yang kamu simpan itu

Akan tetapi, mungkin lebih baik apabila mereka tidak menunaikan zakat, akan muncul pertanyaan sebagai berikut? Sepatuh apakah mereka kepada Allah yang sudah di-syahadatkan sebagai satu-satunya Ilah (Tuhan yang patut disembah) bila perintah-Nya untuk berzakat saja tidak dituruti? Secinta apakah mereka kepada Rasulullah bila mereka untuk membayar zakat sebesar 2,5% dari kekayaan saja tidak menyanggupinya?

Wallahu A’lam Bish Showab

Untuk contoh-contoh perhitungan zakat klik di sini

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s