Kenapa Harus Takut Kehilangan bila Bukan Pemiliknya?

Sumber gambar: www.flickr.com

Sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang dirahmati Allah, sejenak marilah kita simak kisah suami istri, Abu Thalhah dan Ummu Sulaim radhiallahu ‘anhuma. Suatu ketika salah seorang anak Ummu Sulaim meninggal dunia.

Ia berkata kepada keluarganya agar jangan sampai ada yang memberitahukan kabar ini kepada Abu Thalhah kecuali dirinya.

Tidak lama kemudian, Abu Thalhah datang. Ummu Sulaim menyambutnya dengan suka cita. Ia melayani suaminya hingga terpuaskan. Malam hari setelah sang suami merasa puas dan lega barulah Ummu Sulaim bercerita.

“Wahai suamiku, Abu Thalhah, bagaimanakah menurutmu bila ada yang memberi pinjaman kepada sebuah keluarga. Kemudian pinjaman itu diminta kembali?”

Abu Thalhah menjawab, “Tentu saja permintaan itu harus diterima, pinjaman itu harus dikembalikan.”

Ummu Sulaim melanjutkan, “Maka demikianlah juga dengan anak kita tercinta. Ia telah diminta kembali oleh Dzat yang telah mencipta dan memilikinya.”

Meski terkejut dan marah, tapi setelah ia menceritakan hal itu kepada Rasulullah, Rasulullah malah mendoakan agar mereka berduah senantiasa mendapatkan barokah dari Allah.

Sahabatku, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ummu Sulaim di atas, bahwa anaknya adalah pinjaman dari Allah, bukan ia dan suaminya yang memiliki. Maka ketika Sang Pencipta dan Pemiliknya mengambil kembali tentu saja harus direlakan.

Dan bukankah semua yang ada di dunia ini milik Allah swt? Apapun yang kita cintai di dunia ini bukan miliki kita. Bahkan sampai tubuh kita ini juga bukan miliki kita. Maka untuk apa kita takut kehilangan?

Dan itu jugalah yang membuat pengorbanan sebesar apapun menjadi ringan. Karena apapun yang kita korbankan sebenarnya bukan milik kita.

Ini hanya titipan dari Allah. Bila kita mengembalikan titipan ini di jalan Allah, lalu Allah malah memberi balasan atas pengembalian kita, bukankan ini sebuah perdagangan yang sangat menguntungkan? Kita mendapatkan balasan berlipat ganda dengan perdagangan tanpa modal.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. (QS. Ash-Shaff: 10-13)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s