Taqwa Itu Mencontoh Nabi

20Banyak orang mendefinisikan taqwa itu begini dan begitu. Tapi sebenarnya taqwa itu bisa terlihat dengan mudah saat kau mengetahui bagaimana aktivitas Rasulullah saw dalam menjalani kehidupan. Dan taqwa itu bisa kau temukan dengan mencontoh beliau.

Suatu ketika, ada tiga orang yang datang ke rumah isteri-isteri Nabi Muhammad saw. Mereka bertiga memiliki sebuah misi. Mereka ingin tahu bagaimanakah ibadah Rasulullah. Mereka sangat ingin menjadi manusia yang bertaqwa.

Mereka kemudian mendapatkan berita yang mereka harapkan. Gambaran ibadah Rasulullah telah mereka ketahui. Dan akhirnya mereka menyimpulkan bahwa ternyata ibadah mereka selama ini sangatlah sedikit.

“Ibadah kita tidak ada apa-apanya dibanding Rasulullah saw. Sementara beliau adalah orang yang dosanya di masa lalu dan di masa yang akan datang telah diampuni.”

Mereka merasa bahwa ibadah yang selama ini mereka lakukan, masih sangat kurang. Oleh karenanya, masing-masing berpendapat bahwa mereka harus menambah ibadah mereka dan menghindarkan diri dari perkara dunia.

Salah seorang di antara mereka berkata, “Sungguh aku akan sholat malam selama-lamanya.” Hal ini kemudian disambut dengan orang yang lain, “Kalau begitu aku akan berpuasa dahr (setahun penuh) dan tidak akan berbuka.”

Orang ketiga pun menimpali, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.” Mereka bertiga telah berketetapan untuk meningkatkan ibadah. Mereka berharap ketaqwaan akan mereka raih dengan hal ini.

Tidak lama berselang, Rasulullah saw datang menemui mereka. Rupanya Rasulullah tahu isi diskusi tiga orang tersebut. Beliau berkata, “Kalian berkata begini dan begitu. Sedangkan aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertaqwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan aku juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.” (HR Bukhari No. 4675)

Sahabatku yang dirahmati Allah, ketika banyak orang mendefinisikan apa itu taqwa, Rasulullah telah menunjukkan apa itu taqwa. Taqwa itu bukan berarti beribadah tanpa memperhatikan kebutuhan di dunia.

Salah seorang sahabat Rasulullah, Salman, juga pernah mengingatkan sahabat yang lain, Abu Darda’. Ketika istri Abu Darda’ mengadu soal suaminya yang tidak memperhatikan dunia.

Salman mengingatkan, bahwa Allah memang memiliki hak, tapi badan kita juga punya hak, sebagaimana anak dan istri juga punya hak. Maka wajib bagi seorang muslim untuk memenuhi hak-hak tersebut.

Ketika kejadian ini disampaikan oleh Abu Darda’ ke Rasulullah, Rasulullah membenarkan apa yang disampaikan oleh Salman.

Beberapa kisah lain juga menunjukkan hal yang sama. Bahwa ketaqwaan itu tidak ditunjukkan melalui ibadah saja. Ibadah sebagai pemenuhan hak Allah sangatlah penting tapi hal itu bukan berarti melupakan dunia.

Maka barang siapa yang ingin menjadi orang yang bertaqwa, cukuplah Rasulullah saw dan perilaku dalam hidupnya menjadi teladan.

Taqwa itu bukan berarti beribadah tanpa bekerja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga. Tapi taqwa adalah beribadah dan bekerja dengan cara yang halal untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

Taqwa itu bukan berarti tidak beristirahat karena menghabiskan tenaga untuk beribadah saja. Tapi taqwa itu adalah menunaikan hak Allah dengan ibadah dan menunaikan hak badan dengan istirahat.

Taqwa itu bukan berarti tidak menikah dan mengharamkan wanita dalam kehidupannya. Tapi taqwa itu menyalurkan hasrat melalui jalan yang diridhoi oleh Allah dan mendapatkan ketenangan dalam hidup.

Ketika kita ingin melihat taqwa, maka lihatlah cara hidup Nabi saw. Beliaulah yang menunjukkan bagaimana taqwa itu dalam kehidupan sehari-hari. Beliaulah orang yang paling bertaqwa dan menjadi contoh terbaik bagi diri manusia.

Sahabatku yang dirahmati Allah, Ramadhan telah disyariatkan kepada kita agar kita menjadi orang yang bertaqwa. Agar kita mencontoh Rasulullah saw dalam segala aktivitas kehidupan kita sehari-hari.

Bila kau tidak tahu bagaimanakah ketaqwaanmu? Apakah ia tinggi atau rendah? Maka bisa jadi semua itu karena kau tidak tahu bagaimana bentuknya sehari-hari. Kau tidak tahu bagaimana Rasulullah beraktivitas.

Ramadhan telah berjalan. Bersegeralah untuk belajar tentang Islam. Bersegeralah belajar tentang teladan mulia, Muhammad saw. Dari hal itulah kau akan menjumpai ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa ada kesulitan definisi dan pelafalan. Wallahu a’lam.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab: 21)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s