Berhati-Hati dalam Berucap

Ucapan seringkali menjadi penyebab bertambahnya dosa dan menghilangkan pahala. Termasuk di dalamnya adalah bagi mereka yang melaksanakan puasa Ramadhan. Yang tidak berhati-hati, akan sangat mudah mereka tergelincir di dalamnya.

Sahabatku yang dirahmati Allah, amal ibadah dan kebaikan yang ikhlas kepada Allah memang akan dibalas dengan berlipat ganda. Bahkan balasan Allah mencapai 700 kali lipat untuk setiap kebaikan yang telah dikerjakan.

Tapi bagaimana bila 700 kali lipat itu kemudian hilang tidak berbekas? Pastilah ia akan menjadi orang yang sangat merugi. Ketika di dunia, ia berharap kebaikan akan menolongnya di akhirat kelak. Tapi ketika di akhirat ia ternyata tidak menjumpai balasannya.

Ke manakah kebaikan yang selama ini dikerjakannya?

Ternyata kebaikan itu hilang akibat lisan yang tidak terjaga. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir (QS. Al Baqarah: 264)

Tidak hanya dalam soal sedekah, dalam puasa pun demikian. Mereka yang tidak berhati-hati dalam ucapannya juga tidak akan mendapatkan apapun yang diharapkan dari puasa.

Padahal puasa adalah ibadah istimewa yang ditujukan hanya untuk Allah swt. Tapi begitu orang yang berpuasa tidak menjaga lidahnya, pahala puasa yang dikhususkan oleh Allah itu pun hilang.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan keji dan berbuat keji, Allah tidak butuh orang itu meninggalkan makan dan minumnya”. (Shahih Bukhari No. 1770)

Oleh sebab itu sahabatku, berhati-hatilah dalam berucap. Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Sungguh seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang diridlai Allah, suatu kalimat yang ia tidak mempedulikannya, namun dengannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh, seorang hamba akan mengucapkan sebuah kalimat yang dibenci oleh Allah, suatu kalimat yang ia tidak meperdulikannya, namun dengannya Allah melemparkannya ke dalam neraka.” (Shahih Bukhari No. 5997)

Wallahu a’lam

 

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s