Gaza, (Bertahan) Hidup dalam Pengepungan

01Tulisan ini, adalah sebuah terjemahan bebas dari sebuah informasi di www.aljazeera.com. Tujuannya adalah agar para pembaca bisa menyadari betapa beratnya hidup di Gaza, yang hingga sekarang berada dalam pengepungan. Untuk lebih lengkapnya lihat di http://ajinteractive.businesscatalyst.com/GazaLifeofSiegeJazeera/index.html

1,7 juta orang Palestina terjebak dalam ketidakpastian, tidak bisa masuk atau keluar dari jalus Gaza. Hasilnya, mereka kurang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dan kesempatan kerja serta mengenyam pendidikan di luar.

Israel memang punya sejarah panjang mengisolasi Jalur Gaza, yang berulang kali ditutup paksa sejak tahun 1990-an.

Bagaimanapun, blokade diberlakukan sejak 2007, setelah kemenangan Hamas dalam pemilu dan keberhasilan dalam mengambil alih Gaza, dianggap sebagai bentuk hukuman kolektif yang berat.

Jalur Gaza

02Jalur Gaza adalah sebuah jalur darat sempit terletak di sepanjang garis pantai Mediterania. Perbatasan timur dan utaranya dengan Israel, berbatasan dengan Mesir di bagian selatan. Panjang daratannya kira-kira 41 km dan lebarnya berkisar antara 6-12 km, dengan luas total 360 km persegi

Di tahun 1948 Jalur Gaza dihuni oleh kurang dari 100.000 orang. Dalam perang enam hari di 1967, Israel menguasai Gaza, Tepi Barat dan Jerussalem Timur. Di Tahun 2011, kurang lebih 1,7 juta orang tinggal di Gaza di mana 1 juta orang di antaranya terdaftar di PBB sebagai pengungsi

Perbandingan Luas dan Jumlah Penduduk antara Gaza dengan Beberapa Kota di Dunia

  1. Gaza, Palestina, Luas (360 km2) Jumlah Penduduk 1,7 juta
  2. Kiev, Ukrainan, Luas (839 km2)  Jumlah Penduduk 2,75 juta
  3. Madinah, Saudi, Luas (589 km2)  Jumlah Penduduk 1,18 juta
  4. Izmir, Turkey, Luas (855 km2) Jumlah Penduduk 4 juta
  5. New York, AS, Luas (786 km2)  Jumlah Penduduk 8,33 juta
  6. Toronto, Kanada, Luas (630 km2)Jumlah Penduduk 2,6 juta
  7. Lagos, Nigeria, Luas (999 km2)  Jumlah Penduduk 21 juta
  8. Jakarta, Indonesia, Luas (740 km2)  Jumlah Penduduk 9,6 juta
  9. Edinburgh, Scotland, Luas (264 km2) Jumlah Penduduk 0,49 juta
  10. Dhaka, Bangladesh Luas (815 km2) Jumlah Penduduk 14,4 juta

Blokade Laut

03Para nelayan Gaza hanya diperbolehkan berlayar sejauh 6 mil (9,6 km) di laut Mediteranian. Ini kurang dari sepertiga wilayah pencarian ikan yang ditetapkan oleh Perjanjian Oslo.

Tentara Israel sendiri telah melakukan 250 kali tindakan kekekerasan terhadap nelayan, termasuk 106 kejadian penembakan yang mengakibatkan satu orang meninggal dan melukai banyak lainnya.

 

 

 

Blokade Kawasan Udara

04Bermula di 2000, Israel mengintensifkan pengepungan dan kontrolnya pada jalur udara Gaza.

Blokade kawasan udara, laut dan darat secara menyeluruh pertama kali dilakukan di 2006 saat para pejuang Palestina menangkap seorang tentara Israel, ditambah lagi ketika di pertengahan 2007 Hamas mengambil alih kepemimpinan di Gaza.

Israel rutin menggunakan kawasan udara Gaza untuk melakukan serangan baik menggunakan drone atau pesawat terhadap banyak target.

Pengepungan kawasan udara Gaza juga berdampak pada kondisi ekonomi. Orang Palestina tidak diijinkan membangun bandara atau pelabuhan sendiri, sehingg perdagangan luar negeri satu-satunya jalan harus melalui pelabuhan milik Israel.

Kenapa Harus Terowongan?

05Banyaknya terowongan yang menghubungkan Gaza dan Mesir bisa menyuplai hingga 60 persen kebutuhan Gaza. Tapi pejabat resmi PBB menyatakan bahwa terowongan-terowongan tersebut 80 persennya tidak lagi layak digunakan. Hal ini disebabkan karena tentara Mesir sejak kudeta Juli 2013 banyak menghancurkan terowongan-terowongan tersebut.

Pembatasan bahan makanan, kurangnya lapangan kerja, dan kebutuhan yang tinggi untuk rekonstruksi memaksa ribuan pekerja, sebagiannya anak-anak, membahayakan keselamatan mereka dalam bisnis terowongan ini tiap hari.

Jumlah material bangunan yang masuk melalui terowongan tiga kali lebih besar dibanding bila melalui jalur perbatasan resmi.

Bagaimana Pengaruhnya terhadap Kesehatan.

Kementrian Kesehatan Gaza kekurangan obat-obatan dan alat kesehatan. Di mana 192 jenis obat dan 586 alat kesehatan tidak ada persedian sama sekali. Sementara yang stoknya nol ini seringkali diperlukan untuk menyelamatkan nyawa.

Israel telah mengurangi izin masuk ke dalam negaranya bagi ratusan pasien tiap bulannya yang butuh layanan gawat darurat, sehingga layanan yang lebih baik tidak tersedia di Gaza.

06Beberapa pasien yang dilarang menyeberang sebenarnya memiliki rujukan ke rumah sakit Israel atau rumah sakit lainnya. Namun, karena Jalur Gaza diambil alih oleh Hamas, jumlah pasien yang dilarang oleh Israel dan Mesir untuk meninggalkan Gaza semakin banyak dengan alasan keamanan.

PBB memperkirakan bahwa paling tidak 1000 dokter dan 2000 perawat dibutuhkan di tahun 2020.

Bagaimana pengaruhnya terhadap pendidikan?

07Sebelum gerakan Intifada kedua yang dimulai di 2000, siswa dari jalur Gaza yang ingin belajar keluar negeri berangkat melalui bandara Ben Gurion, Jembatan El-Karam pada perbatasan Palestina-Yordania, Bandara internasional Gaza, dan Rafah pada perbatasan Mesir. Kini pelajar dibatasi melakukan perjalanan melalui Rafah, yang juga seringkali ditutup.

Kementrian Urusan Warga menunjukkan bahwa lebih dari 2.722 murid dari semua tingkat pendidikan menunggu untuk bergabung dengan lembaga pendidikan di luar negeri. Jumlah ini termasuk 722 pelajar tingkat perguruan tinggi. Sisanya adalah pelajar yang belajar di luar negeri.

Pemadaman listrik

Kebutuhan listrik Gaza kira-kira sebesar 360 megawatt sehari. Namun, satu-satunya pembangkit listrik hanya mampu menghasilkan 80 megawatt perhari. Israel dan Mesir menyediakan tambahan 120 dan 22 megawatt. Tapi ini pun juga masih kurang.

08Israel juga hanya mengijinkan masuk bahan bakar yang cukup untuk menghasilkan 45 persen tenaga pembangkit listrik.

Seluruh Jalur Gaza kini mengalami kekurangan pasokan listrik sampai 12 jam sehari, yang berpengarush pada seluruh aspek kehidupan.

Rumah Sakit Al-Shifa, Rumah sakit utama Gaza, menggantungkan listriknya pada empat generator. Generator ini sudah tua dan butuh perawatan terus menerus. Tapi penutupan jalur oleh Israel dan Mesir menyulitkan mereka untuk mendapatkan bagian yang dibutuhkan.

Permasalahan Kebutuhan Air yang Muncul

Persediaan Air di Jalur Gaza, satu-satunya diambil dari air tanah. Sementara 90-95 persen air tanah ini telah dicemari oleh air selokan, bahan kimia, air laut dan limbah dari fasilitas desalinasi.

PBB telah memperingatkan bahwa pada 2016, sumber air ini tidak bisa lagi digunakan, dan pada tahun 2020 kerusakannya tidak lagi bisa diperbaiki.

09Rumah tangga mendapatkan air bersih hanya selama 6 sampai 8 jam dalam satu waktu; 25% rumah tangga menerimanya tiap hari, 40 % dua hari sekai, 20% tiga hari sekali, dan 15% sisanya 4 hari sekali.

Selokan dan sistem pengolahan air sisa juga kurang di Gaza. 90.000 meter kubik air sisa mengalir ke Laut Mediterania sehingga berpotensi menyebabkan kontaminasi, masalah kesehatan, dan kerusakan pada industri perikanan. 80 persen orang Gaza membeli air minum. Hal ini menguras 1/3 pendapatan rumah tangga.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s