Ramadhan Juga Menjadi Momen Instrospeksi Perusahaan

14Bisnis saya di bidang kuliner secara omset bisa dibilang “tiarap” saat Ramadhan. Tapi hal ini malah menjadikan Ramadhan menjadi bulan yang tepat bagi saya untuk untuk melakukan instropeksi usaha.

Ketika para pemilik usaha lain terutama fashion menikmati puncak penjualan di bulan Ramadhan, usaha kuliner sebaliknya. Pola makan yang biasanya tidak dibatasi waktu, kini praktis hanya dilakukan di malam hari.

Maka pemilik usaha fashion akan mendapatkan kegembiraan tersendiri di bulan Ramadhan. Sementara bagi pemilik usaha kuliner, bila tidak disikapi dengan baik, bisa jadi mereka malah menyalahkan Ramadhan.

Bagi saya menurunnya penjualan di bulan Ramadhan ini terkadang diperlukan. Dengan berkurangnya aktivitas melayani pelanggan, tersedia waktu yang banyak untuk kembali memikirkan hal-hal mendasar dalam binis.

Perumpamaannya sebagaimana dalam puasa. Bila dengan berpuasa, tubuh kita akan mengalami fase istirahat dalam mencerna makanan sehingga malah menjaga kesehatan, demikian juga dalam bisnis atau usaha.

Bisnis atau usaha juga sebenarnya adalah sebuah amanah seperti tubuh kita. Tujuannya adalah untuk memberikan manfaat lebih besar dan melayani masyarakat yang lebih banyak. Maka pertanyaannya adalah, sudahkah kita berusaha memampukan usaha ini untuk melayani lebih banyak? Sudahkah kita memampukan diri untuk menebar manfaat lebih baik?

Dalam bisnis, fase instropeksi sangat berguna untuk melakukan perbaikan manajemen. Perbaikan kepemimpinan, keuangan, sistem, produksi, maupun marketing.

Saat berpuasa di bulan Ramadhan kita diajarkan untuk bisa mengendalikan hawa nafsu kita. Menghindari makan, minum, berhubungan suami istri, mengumbar kata-kata kotor, dusta, dan perbuatan lainnya yang menunjukkan bahwa kita harus mengendalikan diri termasuk di dalamnya hawa nafsu kita.

Dalam bisnis, pengendalian diri ini memberikan tiga dampak yang signifikan. Pertama, seorang pemimpin perusahaan harus mampu mengendalikan dirinya untuk bersikap dengan bijak dan matang. Dalam setiap keputusan yang penting, harus didasarkan atas pertimbangan yang logis.

Ia juga harus mengendalikan dirinya agar tidak menggunakan amanah yang telah dititipkan kepadanya serampangan. Ia berusaha memastikan semua aktivitasnya memberikan manfaat kepada dirinya, orang di sekitarnya atau mereka yang menjadi pelanggannya. Dengan pengendalian yang baik, hasil yang luar biasa tidak akan jauh dari jangkauan.

Kedua adalah profesional dalam bekerja. Sebagai pemimpin atau pemilik usaha, bukan berarti kerja yang dilakukan adalah semaunya sendiri. Ia harus tetap bertanggung jawab dalam keputusan yang diambil berkenaan dengan usahanya.

Selain itu, bila ia sendiri tidak menghargai sistem kerja yang dibuat dalam menjalankan usaha, bagaimana ia bisa mengharapkan orang lain melakukannya. Untuk itu, ia harus bisa mengendalikan dirinya untuk tetap bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Saat berpuasa, kita diingatkan agar tidak mudah marah atau tersinggung. Dan inilah dampak ketiga pengendalian diri dalam bisnis. Menjaga kesolidan tim. Bisnis memang dimulai dari satu atau dua orang. Tapi ketika sudah menjadi besar, harus ada yang berubah.

Struktur tim dalam bisnis harus kuat dan solid. Tidak semua permasalahan harus diselesaikan oleh pemimpin. Harus sudah mulai ada pembagian tugas dan tanggung jawab. Dan sudah menjadi kodratnya kekurangan itu ada. Oleh sebab itu pengendalian diri akan membuat, masing-masing bagian tim sadar akan tugasnya masing-masing dan tidak saling menyalahkan.

Ketika hal ini terjadi, maka, laju perusahaan akan cepat secepat kereta Kaizen yang ada di Jepang. Keterlibatan anggota tim dari bawah hingga ke atas akan sangat ditentukan pada kemampuan pemimpin menjaga kesolidan tim.

Ketiga dampak pengendalian diri ini akan memberikan kekuatan dalam lima tiang bisnis yaitu, keuangan, sistem, sumber daya manusia, operasional dan marketing.

Luangkanlah waktu untuk kembali melihat inti sebuah usaha. Apa yang masih kurang? Apa yang perlu ditingkatkan? Dan apa yang tidak perlu dipertahankan?

Gunakan Ramadhan untuk melihat wajah bisnismu yang sebenarnya. Karena terkadang untuk bisa melakukan lompatan yang besar, diperlukan persiapan. Melihat kekuatan diri, menganalisa kelemahan dan memutuskan apa yang membuatnya bisa melompat menjadi lebih besar.

Semoga tulisan ini memberi manfaat sebagaimana hadits Rasulullah,

نضر الله امرأ سمع منا شيئا فبلغه كما سمعه فرب مبلغ أوعى من سامع. رواه أبو داود والترمذي وابن حبان

“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah seseorang yang mendengar dari kami sesuatu (hadits), lalu ia sampaikan sebagaimana dia mendengar, betapa banyak orang yang disampaikan kepadanya ilmu, ternyata lebih paham, daripada yang menyampaikannya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

 

Aditya Hayu Wicaksono

CEO Heerlijk Indonesia

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s