Ilmu Abdullah bin Salam yang Menyelamatkan

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang dirahmati Allah, ketika Muhammad saw mengikrarkan diri sebagai utusan Allah, para pembesar Quraisy mengirimkan utusan ke Madinah untuk menanyakan hal itu kepada para pemuka agama Yahudi.

Hal ini kerena memang mereka memiliki pengetahuan tentang hal itu. Para pemuka agama Yahudi adalah ahli kitab. Mereka mengetahui, memiliki ilmu terkait kenabian yang ditunjukkan oleh Taurat.

Tapi ilmu bagi yang telah dikuasai hawa nafsu adalah sesuatu yang berbahaya. Mereka yang memiliki ilmu berusaha membenarkan nafsu dengan ilmunya. Seolah-olah benar padahal sangat menyimpang.

Suatu ketika, setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, ada orang Yahudi yang datang kepada Rasulullah saw dan menyampaikan bahwa di antara mereka ada yang melakukan zina.

Maka Rasulullah menjawab, “Bagaimana dengan hukuman rajam yang ada dalam Taurat?” Mereka lalu menjawab, “Kami hanya menemukan bahwa hukumannya adalah cambuk dan diarak ke masyarakat.”

Abdullah bin Salam, seorang mantan ulama Yahudi yang telah masuk Islam menyanggah, “Kau berbohong. Taurat sebenarnya menetapkan hukuman rajam bagi mereka yang berzina, coba bawa Taurat ke sini.”

Mereka pun membawa Taurat membuka dan membaca ayat tentang hukuman zina, tapi menutup ayat tentang hukuman rajam dengan tangan salah seorang di antara mereka. Yang mereka baca hanya ayat sebelum dan sesudah ayat tentang hukuman rajam.

Abdullah bin Salam berkata, “Pindahkan tanganmu,” dan ketika tangan tersebut dipindahkan, jelaslah bahwa Taurat pun memberikan hukuman rajam bagi mereka yang berzina. Maka dua orang yang berzina itu pun dirajam.

Sahabatku yang dirahmati Allah, keutamaan Abdullah bin Salam adalah karena ilmunya. Ilmu itu membawanya pada keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ilmu yang dimilikinya menyelamatkan dirinya dari maksiat dan neraka.

Sementara kaum Yahudi pada umumnya, hawa nafsu mereka telah berkuasa. Dengan ilmu yang mereka miliki, mereka malah mengubah isi Taurat karena tidak seusai dengan nafsu mereka. Wallahu a’lam.

“Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah.” Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 41)

 

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s