Orang yang Bersih Hatinya Menghindari Ketidakpastian

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang dirahmati Allah, bagaimanakah kabar hatimu? Semoga Allah senantiasa menganugerahkan hidayah dan kekuatan iman. Dan dengan hidayah dan keimanan itu aku dan kau mampu membersihkan hati.

Hati yang bersih selalu berhati-hati. Ia selalu mencari landasan yang jelas atas hidup yang dijalani. Karena pemiliknya sadar bahwa apapun yang terjadi dengan nikmat Allah berupa hidup ini akan ada pertanggungjawabannya. Ia tak gegabah.

Berbeda dengan pemilik hati yang kotor dan lusuh. Mereka yang hatinya kotor dengan tumpukan noda, sangat tidak senang dengan sesuatu yang jelas dan pasti. Mereka senang sekali dengan sesuatu yang mengambang, tidak jelas, ambigu, membingungkan.

Hal ini bukan tanpa sebab. Hal yang tidak jelas dan membutuhkan penjelasan lebih lanjut memudahkan mereka membenarkan melakukan kesalahan. Mereka tahu bahwa itu salah, tapi mereka ingin membenarkannya. Maka dicarilah hukum-hukum yang membingungkan.

Mereka masih punya cara untuk menggiring opini pada hal yang membingungkan. Tujuannya hanya untuk menunjukkan pada manusia bahwa apa yang mereka lakukan itu benar. Meski hati nurani mereka tahu bahwa itu salah. Tapi apa daya, hati nurani sudah dikuasai nafsu.

Maka sahabatku, jadilah kau orang yang gemar dengan sesuatu yang jelas. Hindarkan dirimu dari kesamaran, ketidak jelasan, ketidakpastian. Carilah rizki yang halal, hindarilah harta yang haram, tinggalkan yang meragukan.

Dalam urusan apapun carilah kejelasan. Walaupun di dunia ini seringkali muncul ketidakjelasan. Tapi itu bukan alasan untuk tidak mencari sisi-sisi yang jelas dari sana. Jangan sampai hatimu terjebak pada ketidakpedulian dan menggunakan opini-opini membenarkan ketidakjelasan untuk memuaskan nafsumu.

Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.(QS. Ali Imran: 7)

Rasulullah ketika membacakan ayat ini beliau kemudian melanjutkan dengan sebuah petunjuk. “Jika kau menemukan orang yang selalu menggunakan ayat-ayat mutasyabihaat (yang masih butuh penjelasan) sebagai pijakan, maka mereka itulah yang digambarkan Allah, berhati-hatilah terhadap mereka.” (HR. Bukhori )

Pemeluk agama Nasrani mengklaim ke-Tuhan-an Isa karena Al Qur’an sendiri menyatakan bahwa dia adalah Ruhullah dan Kalimat Allah (masih butuh penjelasan). Tapi mereka enggan mengikuti pernyataan Al Qur’an bahwa Isa adalah seorang hamba yang diberikan nikmat (jelas).

Mereka yang hatinya bersih senang dengan yang jelas. Sementara mereka yang hatinya condong kepada kesesatan senang dengan keragu-raguan. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan barokah kepadaku dan kepadamu sahabatku. Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s