Anugerah Terbesar Allah kepada Hamba-Nya

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang dicintai Allah, bila kau memiliki keluangan waktu, tengoklah barisan ayat surat Al Baqarah dari ayat 261 hingga 274. Ketika kau membacanya maka kau akan menyadari bahwa semua ayat itu adalah ayat tentang sedekah.

Bagaimana sedekah itu, apa manfaatnya dan bagaimana seluk beluk dalam sedekah telah dijelaskan semuanya. Tapi ada yang ganjil. Bila kau perhatikan, ada sebuah ayat yang tidak berbicara tentang sedekah.

Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (QS. Al Baqarah: 269)

Ketika Allah menerangkan soal sedekah ternyata ada sebuah sisipan yang menjelaskan tentang apa sebenarnya pemberian yang paling berharga menurut pandangan Allah.

Bila pandangan manusia seringkali menilai bahwa harta adalah yang menjadi ukuran sebuah kemuliaan, tidak begitu sebenarnya dalam Islam. Allah menunjukkan bahwa ada yang lebih besar dari pada harta.

Ya, betul. Bahwa apapun pemberian, karunia, atau nikmat yang telah kau terima, masih ada satu lagi karunia terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Karunia itu adalah hikmah.

Hikmah ini adalah ilmu tentang Al-Qur’an dan apa-apa yang terkandung di dalamnya. Dan bila seseorang telah diberikan Allah hikmah ini maka sebenarnya ia telah mendapatkan karunia yang besar melebihi harta apapun di dunia ini.

Namun jarang sekali kita mengejar karunia ini. Jarang sekali kita berupaya dengan keras untuk mendapatkannya. Kita malah seringkali mengejar karunia yang tidak signifikan dan kadang tidak berharga.

Maka bila kau belajar tentang sedekah, bagaimana mengatur harta dan menggunakannya untuk meraih akhirat, maka ada lagi yang lebih berharga dari sedekah. Ada yang lebih berharga dari harta.

Dan itu adalah hikmah, pengetahuan Al Qur’an yang dengannya kita bisa mengetahui kebenaran akhirat dan kepalsuan dunia. Lalu sampai kapankah kita hanya mencari harta yang pasti kita tinggalkan? Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s