Membaikkan Lingkungan yang Buruk Atau Menjaga Hati dalam Kebaikan?

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang dirahmati Allah, suatu ketika, Ummul Mukminin, Aisyah ra. pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Ada sepasukan tentara yang hendak menghancurkan Ka’bah. Kemudian setelah berada di suatu padang, lalu dibenamkan mereka semuanya dalam tanah, dari yang pertama hingga terakhir.

Kemudian Aisyah ra. bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah dibenamkan semua dari pertama hingga terakhir sedang di antara mereka ada para pedagang serta ada pula orang-orang yang tidak berniat menghancurkan Ka’bah?”

Rasululah saw menjawab, “Ya, semuanya dibenamkan dari yang pertama hingga terakhir. Kemudian nanti mereka akan dibangkitkan dari masing-masing kuburnya sesuai dengan niatnya masing-masing.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Sahabatku yang dirahmati Allah, semoga Allah menghindarkan kita dari lingkungan dan masyarakat yang buruk. Dan semoga Allah memberikan kita petunjuk agar selalu menanamkan niat untuk selalu beribadah kepada-Nya.

Lingkungan dan segala apa yang ada di dalamnya selalu menjadi perhatian Islam. Karena lingkungan yang buruk sangat berpengaruh kepada orang yang berada di dalamnya. Sebagaimana lingkungan yang baik juga berpotensi membaikkan orang yang berada di dalamnya.

Namun terkadang pilihan itu tidak mudah. Untuk berpindah dari lingkungan yang baik ke linkungan yang tidak baik butuh sumber daya yang mungkin bagi sebagian sangat mahal. Sementara tetap bertahan juga menjadi dilema karena khawatir keburukan lingkungan akan menyerang kebaikan yang sudah ada.

Apapun pilihanmu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hatimu. Allah yang lebih tahu apakah kau telah berusaha untuk membaikkan lingkunganmu, atau kau hanya menikmati keburukannya.

Allah juga Maha Mengetahui apakah kau telah bersungguh-sungguh ingin mencari lingkungan yang lebih baik atau itu hanya sekedar alasan karena kau hanya malas berusaha.

Dan bila Allah mentakdirkan azab atas lingkungan buruk yang kau berada di dalamnya. Semoga Allah tetap memberikan hidayah agar hatimu tetap dalam keadaan takwa kepada-Nya. Wallahu a’lam.

 

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s