Tembak Dulu dengan Pistol, kemudian Meriam

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Kita saat ini memang tidak sedang membahas masalah senjata dan peperangan. Yang dibahas adalah cara bagaimana sebuah usaha kebaikan bisa bertahan dalam masa-masa yang sangat mudah mengalami perubahan.

Sahabat, hilangnya jarak antara satu dengan yang lain melalui media internet juga membawa perubahan yang sangat cepat. Berita dari belahan bumi yang berbeda bisa diketahui dan diakses informasinya dalam hitungan detik.

Hal ini membuat perubahan-perubahan yang ada semakin cepat terjadi. Bila dulu perubahan dalam dunia usaha memakan waktu bulanan bahkan tahunan, kini perubahannya hanya butuh harian bahkan jam.

Bagaimana sebaiknya menyikapi perubahan yang sangat cepat ini. Jim Collins dan Morten T. Hansen, memberikan sebuah alternatif solusi. Salah satu alternatif solusinya adalah menggunakan pistol dulu baru kemudian meriam.

Apa itu pistol? Sebagaimana kita ketahui bahwa sasaran usaha adalah para calon pelanggan. Keinginan dan kebutuhan para calon pelanggan tentu saja sangat mudah berubah sekarang ini dengan banjirnya informasi via internet.

Menghadapi ini, analisa mendalam yang membutuhkan waktu lama semakin tidak relevan. Yang lebih sesuai adalah dengan melakukan percobaan-percobaan kecil yang terukur, inilah pistol.

Kita harus menembak terukur dengan banyak peluru dan terukur. Lakukan percobaan-percobaan kecil yang bisa diukur. Carilah peluru-peluru yang kena di sasaran, perbaiki, perkuat dan fokuskan lagi sasarannya.

Baru setelah mendapatkan peluru yang sesuai dengan sasaran targetnya, kita bisa menggunakan kanon. Persiapkan usaha dalam skala besar, sesuaikan dengan fokus sasaran dan peluru yang sesuai.

Dengan cara ini kita bisa menghadapi perubahan-perubahan cepat yang terjadi. Kita tidak mengarahkan usaha dengan serampangan ke segala arah sehingga membuat-buang sumber daya.

Tapi kita juga tidak terlalu lama diam karena sibuk melakukan analisa yang mendalam. Dan ketika waktu analisa sudah selesai, ternyata kondisi sudah kembali berubah. Akhirnya kita semakin tertinggal jauh.

Nyatanya hal ini pula yang ditunjukkan oleh Windows, Intel, dan perusahan-perusahaan besar yang hingga kini masih merajai. Mereka tahu bahwa perubahan itu pasti terjadi. Mereka tidak takut dengan perubahan.

Tapi mereka juga tidak gegabah dalam menghadapinya. Mereka mempersiapkan dengan seksama. Agar sumberdaya yang mereka miliki sesuai dengan hasil optimal yang mereka inginkan. Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s