Passion itu Membuat Pak Pinuji Tegar saat Naik dan Turun

Pak Pinuji bersama salah seorang karyawannya

Pak Pinuji bersama salah seorang karyawannya

Untuk tetap tegar di saat usaha naik dan turun, menurut Pak Pinuji, salah satu donatur PKPU Surabaya yang bergerak di bidang perbaikan mobil, membutuhkan sesuatu yang kita kenal sebagai passion. Berikut ini adalah inspirasi beliau.

Lahir dan besar di Ponorogo, setelah tamat SMA dan bekerja di bengkel motor selama tiga tahun, Pinuji muda berangkat mengadu nasib di Surabaya. Tahun 1991 waktu itu, beliau bekerja sebagai kuli bangunan di beberapa proyek konstruksi.

Sebenarnya beliau juga berusaha mencari pekerjaan di bidang bengkel, tapi untuk bertahan hidup saat itu, sepertinya kuli bangunan menjadi pilihan meski terpaksa. Beliau bisa hidup, tapi tidak nyaman, tidak enjoy dalam bekerja.

Setahun menjalani hidup sebagai kuli bangunan, beliau kemudian pindah ke angkutan umum. Mengawali sebagai kernet, kemudian belajar nyetir, kemudian dimulailah perjalanan Pak Pinuji di dunia service mesin mobil.

Setahun kemudian, 1993, beliau yang memang sejak kecil senang mengotak-atik, atau memperbaiki sesuatu, mendapatkan kesempatan untuk belajar di BLK (Balai Latihan Kerja). Hal ini tentu saja tidak disia-siakan.

Dengan modal ilmu itu, seringkali, beliau mempraktekkan dengan me-“nyetel” platina pada kendaraan angkot-angkot tua di pangkalan KIP 2 jurusan Kutisari Indah– Petojo. Tapi jiwa dan kesenangan untuk memperbaiki Pak Pinuji belum terpuaskan.

Ditambah lagi dengan kehidupan sebagai sopir angkot yang keras, maka hanya setahun sebagai sopir angkot, di tahun 1994 beliau memutuskan untuk bekerja di bengkel sebagai montir.

Tapi aktivitas sebagai sopir juga masih tetap dijalani, terutama bagi yang membutuhkan sopir panggilan atau “carteran”. Maklum, di 1995 akhir beliau menikah sehingga tanggungan juga bertambah.

Seingat beliau, ada tiga bengkel yang pernah menjadi tempat bekerja dan belajar. Lalu perubahan kembali terjadi. Di tahun 1997 ketika terjadi krisis ekonomi, pelanggan di bengkel tempat beliau bekerja semakin sedikit.

Tidak lama kemudian, salah seorang teman menawarkan untuk membuka usaha service mesin mobil, karena masih ada space dari usaha service cat mobil yang dimiliki oleh teman beliau. Beliau pun menyanggupi, karena akadnya ketika itu bahwa semua penghasilan service mesin mobil akan menjadi hak Pak Pinuji.

Sekali lagi, usaha yang seakan-akan sudah berjalan baik itu pun kemudian terganggu. Teman beliau menyalahi akad awal. Ada bagian yang diminta dari usaha service mesin mobil yang digeluti Pak Pinuji yang tidak ada di akad awal.

Maka cukup setahun, di tahun 1998 Pak Pinuji memutuskan pindah dan membuat bengkel mobil sendiri di Jl. Raya Kedung Asem no. 19 yang bertahan sampai sekarang.

Semua usaha pasti pernah mengalami naik dan turun. Bagaimana dengan usaha bengkel yang dimiliki oleh Pak Pinuji? Apakah juga ada naik dan turunnya?

Pak Pinuji bercerita bahwa usaha bengkel mobil memiliki siklus sendiri untuk naik dan turunnya. Siklus naik biasanya pada Desember –Januari. Hal ini terjadi karena pada dua bulan itu sebagian besar ingin berlibur sehingga mereka ingin segera memperbaiki sebelum atau setelah mobil digunakan.

Siklus naik kedua biasanya terjadi pada bulan Ramadhan. Libur Idul Fitri memang menjadi sebuah anugerah yang besar. Bila memiliki tenaga yang besar di bulan Ramadhan, 24 jam bengkel buka pun, pelanggan tetap akan datang.

Sementara siklus turun biasanya terjadi ketika masa-masa masuk sekolah. Para pelanggan mungkin ingin memastikan pendidikan putra-putrinya terlebih dahulu ketimbang urusan mobil atau kendaraan yang tidak terlalu mendesak.

Di luar siklus tersebut, ada kejadian yang membuat beliau sempat terpikir untuk mencoba beralih ke profesi lain. Saat itu adalah menjelang pembayaran gaji karyawan. Tapi tidak ada uang di tangan, tabungan pun tidak ada. Yang ada hanya sebuah helm.

Sempat terpikir untuk melamar pekerjaan sebagai petugas keamanan. Namun hal itu urung beliau laksanakan. Beliau menetapkan bertahan dalam usaha perbaikan atau bengkel mobil.

Alasan dari keputusan itu adalah dua kepuasan yang sangat besar yang beliau dapatkan dari usaha bengkel. Kepuasan yang pertama adalah kepuasan ketika perbaikan itu selesai. Mobil yang ketika datang rewel kemudian menjadi mulus memberikan rasa puas yang sangat besar. Suara mobil yang ketika datang “mbrebet” kemudian hilang ketika sudah usai, memberikan kebahagiaan yang tak terkira kepada Pak Pinuji.

Kepuasan kedua adalah ketika beliau bisa memenuhi kebutuhan karyawan, orang yang menggantungkan penghidupannya dari usaha bengkel mobil selama ini.

Pribadi dan keluarga yang mampu bertahan dari usaha bengkel mobil Pak Pinuji membuat beliau menetapkan hati untuk tetap bertahan. Tiap tahun, mobil-mobil baru keluar. Kebutuhan akan perbaikan kerusakan mobil akan tetap ada. Maka beliau tetap optimis dalam menyongsong masa depan.

Ketika menemukan kepuasan dengan apa yang dilakukan, apalagi dibayar ketika melakukannya, apa lagi yang mau dicari? Passion Pak Pinuji menuntunnya bertahan dalam kondisi naik dan turun. Kepuasan yang tak tergantikan itu memberinya semangat untuk tetap tegar. Semoga kita juga menemukan passion dan menjalaninya dengan wajah tersenyum sebagaimana beliau.

 

 

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s