Semangat Entrepreneur Bukan Sekedar Soal Materi

Nindia Maya;  @maya_myworld; Kepala sekolah dan pemilik dari Klub Penulis Cilik

Nindia Maya;
@maya_myworld;
Kepala sekolah dan pemilik dari Klub Penulis Cilik

Geliat dunia entrepreneur beberapa tahun belakangan ini cukup menggairahkan. Entah apa yang mendasari mengapa entrepreneur kini seakan menjadi trend, sehingga banyak orang yang berbondong-bondong ingin menjadi entrepreneur.

Tidak sedikit yang akhirnya memutuskan keluar dari pekerjaannya dan beralih menjadi seorang entrepreneur. Seorang teman, jika ditanya hal tersebut menjawab, “Supaya bisa mengatur waktu dengan fleksibel dan bisa dapat penghasilan lebih banyak.

Kalau hanya menjadi karyawan kapan bisa kaya nya?”. Ini menarik. Apa benar dengan menjadi entrepreneur merupakan jalan yang bisa meningkatkan penghasilan atau singkatnya membuat orang kaya secara finansial?

Sandiaga Uno dalam sebuah seminarnya pernah mengatakan bahwa awali sesuatu dengan niat. Untuk mengawali sebuah usaha itupun jangan hanya menargetkan pada kekayaan.

Tujuan akhir seorang entrepreneur adalah menjadi rahmatan lil alamin. Sebaiknya seorang muslim yang berniat untuk memulai usaha hendaknya ujungnya bermuara pada keberkahan, menjadi berkah bagi semuanya.

Hal ini selaras dengan spirit yang diusung oleh komunitas Tangan Di Atas (TDA) yaitu ingin membentuk pengusaha sukses yang memiliki kontribusi positif bagi peradaban.

Dengan menjadi entrepreneur kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat tanpa menunggu dan hanya berpangku tangan pada kebijakan pemerintah. Entrepreneur bisa membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran.

Selain itu, entrepreneur bisa menjadi mitra pemerintah untuk memajukan bangsa, baik di bidang pendidikan, infrastruktur, perekonomian, pariwisata dan sebagainya.

Maka adanya pemikiran untuk menjadi seorang entrepreneur dengan tujuan untuk mencari kekayaan semata agaknya perlu diluruskan kembali. Karena sebenarnya yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Saat ini bukan lagi jamannya memikirkan kepentingan diri sendiri, bukan lagi aku tetapi kita.

Adanya spirit kebermanfaatan bagi sesama inilah yang merupakan motor penggerak utama dari seorang pengusaha untuk terus memikirkan perkembangan bisnisnya. Karena pada akhirnya, suatu jabatan, saham dan kekayaan yang kita miliki tidak mampu memotivasi kita.

Namun, yang dapat mendorong kita untuk terus mengembangkan usaha adalah adanya semangat untuk memberikan dampak, warisan dan kontribusi apa yang bisa kita tinggalkan untuk dunia.

Rasulullah shāllallahu ‘alaihi wa alihi wasallam bersabda:

“Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, maka Allāh akan mengumpulkan segala urusannya dan menjadikan kekayaan memenuhi hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina.”

TDA Surabaya

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s