Entrepreneur itu Wajib

Tanggung jawab dan memberikan manfaat (sumber gambar: www.flickr.com)

Tanggung jawab dan memberikan manfaat (sumber gambar: www.flickr.com)

Sahabatku yang dirahmati Allah, entrepreneur adalah sesuatu yang tidak asing bagi kita yang hidup saat ini. Tapi tahukah kau bahwa semangat itu telah diajarkan oleh Rasulullah saw di masa hidup beliau?

Semangat tentang tanggung jawab agar senantiasa mengandalkan kemampuan yang dimilikinya. Tidak menggantungkan diri kepada belas kasih orang lain. Dan bukankah ini juga yang mengilhami munculnya entrepreneur?

Sebuah tanggung jawab yang secara sadar muncul untuk menentukan kehidupan yang ia jalani. Dari Abu Abdillah yakni Az Zubair bin Al Awwam r.a. ia berkata, Rasulullah saw bersabda.

“Sesungguhnya jikalau seseorang dari kalian mengambil tali-talinya -untuk mengikat- lalu ia datang di gunung, kemudian ia kembali -di negerinya- dengan membawa sebongkokan kayu bakar di atas punggungnya, lalu menjualnya, kemudian dengan cara sedemikian itu Allah menahan wajahnya -menjaga harga diri dari meminta-minta- maka hal yang semacam itu adalah lebih baik baginya daripada meminta-minta sesuatu pada orang-orang, baik mereka itu suka memberinya atau menolaknya.” (Riwayat Bukhari)

Bukankah ini pula semangat dasar entrepreneur? Semangat yang menolak anggapan bahwa masa depan dan nasibnya tergantung kepada orang lain selain dari Yang Maha Kuasa.

Lebih baik bagi seseorang bila ia pergi ke gunung, ia bekerja keras, mengumpulkan kayu bakar di atas punggungnya. Lalu tidak hanya berhenti sampai di sana, ia juga harus kembali ke daerahnya untuk menjual kayu bakar yang ia kumpulkan.

Dan hasil usahanya itu lebih baik dari pada hasil menengadahkan tangan kepada orang lain. Meskipun bisa jadi hasil menengadahkan tangan itu lebih besar. Tanggung jawab untuk menghargai dirinya sendiri inilah yang menjadi asas entrepreneur.

Istilah boleh berubah, kondisi jaman dan cara orang berusaha mengalami perkembangan yang tidak terbayangkan. Semakin banyak orang yang mendapatkan penghasilan dengan hanya bermodalkan jaringan internet.

Tapi dari sekian banyak model usaha dan perdagangan, asasnya tetap sama sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw di atas. Tujuan bekerja, berwirausaha, berdagang adalah tanggung jawab untuk menjaga harga dirinya, memastikan kesuksesan adalah tanggung jawab pribadi bukan orang lain.

Sahabatku yang diberkahi Allah, berangkatlah ke gunung untuk mencari kayu bakar. Karena untuk memasak pastilah dibutuhkan kayu bakar. Karena untuk menghangatkan diri dan cahaya di malam hari kayu bakar selalu dicari. Kayu bakar adalah komoditi yang pasti memiliki pembeli.

Maka kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat? Temukan kebutuhan itu dan temukan pula lokasi di mana komoditi untuk memenuhi kebutuhan itu bisa kau dapatkan. Barulah setelah itu kau akan memastikan pembeli.

Tidak hanya tanggung jawab pribadi, tapi ada sisi kemanfaatan yang harus muncul dari seorang entrepreneur. Karena kemanfaatan itu menunjukkan bahwa yang kau penuhi adalah sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Kau tidak hanya sekedar membawa barang dan komoditi. Tapi kau memenuhi kebutuhan, kau memberikan manfaat bagi orang lain. Dan bukankah manusia yang terbaik itu adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lainnya.

Subhaanallah, tidak hanya mendapatkan penghidupan, yang kemudian penghidupan itu menjadikan dirinya mampu beramal ibadah. Seorang entrepreneur muslim juga menjadi manusia terbaik. Karena ia mampu memberikan manfaat kepada manusia lain.

Dari kayu bakar, orang bisa memasak, dan dari memasak ini orang akan bisa menikmati makanan. Orang bisa bertahan hidup dengan makanan ini. Dari kayu bakar pula orang bisa menerangi jalan dan rumah. Betapa banyak ganjaran dari mereka yang mendatangkan kayu bakar.

Nyatanya sebuah hikmah besar bisa kau dapatkan dari sabda Rasulullah saw yang diucapkan ratusan tahun yang lalu. Di saat orang Eropa masih bergelimang dalam kegelapan, beliau, Rasulullah saw telah memantik nyala api kemandirian melalui wirausaha atau kini lebih dikenal dengan entrepreneur.

Maka sudah sepatutnya umat Islam meneladani apa yang beliau sampaikan. Menjadi entrepreneur adalah kewajiban semua umat Islam. Karena masing-masing muslim harus bertanggung jawab atas masa depannya sendiri.

Dan setiap muslim harus menjadi manusia-manusia terbaik bagi manusia lainnya. Setiap manusia harus memberikan kemanfaatan yang berlimpah bagi siapapun di dunia ini.

Sahabatku yang dicintai Allah, rencanakanlah kesuksesanmu, masa depanmu ada dalam genggaman tanganmu. Jangan kau gantungkan hidupmu pada makhluk yang lemah dan tak berdaya. Jadilah seorang muslim entrepreneur yang tangguh yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirinya, yang menggantungkan hidup hanya pada Allah Yang Maha Kuasa.

Tapi jangan lupa! hadirkan kemanfaatan bagi manusia lain. Hanya dengan jalan inilah tanggung jawabmu bisa tertunaikan. Jangan hanya berbuat untuk kebaikanmu. Penuhilah kebutuhan orang lain. Berikanlah mereka manfaat terbaik dari dirimu. Niscaya dari sanalah kesuksesanmu akan bermula. Wallahu a’lam.

Allah berfirman: “Jikalau shalat telah diselesaikan, maka menyebarlah di bumi dan carilah rezeki dari keutamaan Allah,….”(al-Jumu’ah: 10)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s