Kebaikan Datang dengan Berusaha Pantang Menyerah bukan dengan Menyalahkan

Kepala Cabang PKPU Surabaya

Sahabatku yang dirahmati Allah, saat ini banyak yang mengeluh tentang susahnya menjalani kehidupan, susahnya mencari nafkah untuk menghidupi diri dan keluarga. Dan tidak sedikit pula akhirnya menyalahkan takdir karena dilahirkan dari keluarga miskin sehingga hidup miskin dianggap salah orang tua.

Pemimpin menyalahkan rakyat yang miskin karena malas bekerja. Sebaliknya, rakyat menyalahkan pemimpin karena tak mampu mengelola kekayaan untuk kesejahteraan rakyat.  Sahabat, apapun kondisi kita, mengeluh, mencaci maki dan saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Jalan terbaik adalah kita harus bangkit dan bersemangat memperbaiki diri.

Mari kita tengok kembali perjuangan Rasulullah sehingga beliau menjadi orang yang sukses. Sejak usia 6 tahun beliau sudah menjadi anak yatim piatu. Kemudian beliau diasuh kakeknya, Abdul Mutholib hingga berusia 8 tahun.

Kemudian beliau diasuh pamannya Abu Tholib. Pada usia Inilah Muhammad kecil mulai hidup mandiri, menggembala kambing dan mencari nafkah sendiri . Pada usia 12 tahun Rasul diajak pamannya berdagang pertama kali ke syiria yang jaraknya ribuan kilometer.

Pengalaman dagang membuat Rasul termotivasi untuk meneruskan bisnis dagangnya sendiri di jazirah Arab. Sampai pada akhirnya di usia 25 tahun, beliau menikah dengan Khadijah dan memberi maskawin sebesar dua puluh ekor unta. Subhanallah…

Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu, salah seorang sahabat yang berangkat hijrah dari Mekah ke Madinah tanpa membawa bekal apapun, mendapatkan tawaran dari sahabat Sa’ad bin Rabi’ untuk menerima separuh hartanya guna hidup di Madinah.

Namun beliau menolak secara halus dan berkata,” Terima Kasih, semoga Allah memberkahi hartamu, tunjukkan saja padaku dimana letak pasar..!”. Dan sejak saat itu beliau berwirausaha dan menjadi pengusaha yang kaya raya. Sebuah sikap yang mulia, lebih baik memulai usaha dari nol daripada menerima pemberian orang lain.

Semangat wirausaha, pantang menyerah, percaya pada kemampuan diri dan pantang menjadi beban bagi orang lain adalah semangat yang membuat diri dan bangsa kita menjadi lebih baik. Semangat ini juga kami sampaikan kepada para penerima manfaat PKPU yang diantaranya adalah anggota yang tergabung dalam program pemberdayaan ekonomi kelompok usaha mandiri masyarakat (KUMM). Sejauh ini sudah terbentuk  36 kelompok  KUMM dengan jumlah anggota 213 orang yang menjalankan berbagai jenis usaha dengan modal bergulir  dari PKPU.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” (Q.S 13 : 11)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s