Merubah Itu Dimulai dari Diri Sendiri

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Suatu ketika, seorang direktur sekaligus pemilik butik menghadiri pelatihan yang diselenggarakan oleh Adam Khoo. Dia mengeluh bahwa seluruh karyawannya bekerja asal-asalan, tidak memiliki komitmen dan kompetensi.

Tidak hanya itu, dia juga mengeluhkan kenapa selalu mendapatkan klien yang suka menawar tapi tidak jadi membeli. Dan entah kenapa, dia selalu mendapat staf yang malas dan tidak berguna. Dia tidak pernah mendapatkan staf dengan jiwa pekerja keras.

Maka kemudian Adam Khoo pun mempersilahkan orang tersebut duduk dan memintanya mendata karakter karyawan ideal seperti apa yang ia idam-idamkan. Lima menit berlalu, dia selesai mendata karakter karyawan ideal yang diinginkan selama ini.

Karakter karyawan yang ia idam-idamkan antara lain: memiliki motivasi yang tinggi, bertanggung jawab, memiliki pengalaman kerja yang baik, track record bagus, bersemangat dan seterusnya.

Adam Khoo melihat daftar tersebut kemudian melirik ke arah direktur dan bertanya, “Apakah mungkin orang yang ideal yang anda gambarkan di daftar ini ingin bekerja untuk anda?”

Orang tadi tertegun dengan komentar dari Adam Khoo. Dia terdiam. Adam Khoo melanjutkan, “Jika anda ingin mendapatkan pegawai yang terbaik, anda harus membuat perusaahan anda menjadi yang terbaik. Bila anda ingin mendapatkan staf yang terbaik, anda harus terlebih dahulu menjadi pimpinan yang terbaik.” Untuk memulai perubahan, seseorang harus merubah dirinya terlebih dahulu.

Sang direktur sadar. Dalam 6 bulan berikutnya, dia bertanya pada dirinya sendiri, “Bagaimana aku bisa menjadikan perusahaan ini menjadi tempat terbaik untuk bekerja sehingga orang terbaik dan paling bersemangat ingin bergabung bersamaku?”

Lalu dia memulai dengan menetapkan seleksi karyawan yang ketat, memberikan bagi hasil bagi karyawan, seragam yang berkelas, mem-branding ulang perusahaan, dan memunculkan budaya komunikasi yang terbuka. Selain itu dia juga memberi kesempatan kepada karyawan untuk membuat keputusan.

Setelah itu, karyawan-karyawan yang malas akhirnya pergi karena tidak mampu bertahan dalam tekanan sesi evaluasi dan gaji yang berdasarkan kinerja. Tapi, para staf muda, yang bersemangat berdatangan dan bisnisnya pun makin berkembang.

Dengan dukungan karyawan serta branding ulang, termasuk budaya komunikasi yang terbuka dan staf yang brilian, akhirnya semakin banyak pelanggan yang berbelanja tanpa harus menawar.  Bagaimana dengan dirimu sahabat?

Sumber: Master Your Mind Design Your Destiny,  Adam Khoo with Stuart Tan, Adam Khoo Learning Technologies Group Pte Ltd, Singapore, 2004. p 80.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s