Metode Sukses Rasulullah Mengajarkan Anak Agar Berakhlak Mulia kepada Orang Tuanya

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(QS. Al Isra’: 23)

Sebagai seorang anak dan murid, pastilah banyak kau dapati pengajaran guru sebagaimana di atas. Ketika disampaikan memang ayat di atas ringan untuk dibaca namun berat untuk dilaksanakan.

Lalu bagaimana bila dirimu kini berada dalam posisi sebagai orang tua? Bagaimana cara mengajarkan agar anakmu tidak berkata “Ah” kepadamu? Bagaimana cara agar ia tetap hormat, patuh dan berakhlak mulia terhadapmu?

Rasulullah saw, sang teladan terbaik telah memberikan jalan. Sederhana tapi belum tentu mudah. Hal ini disampaikan oleh salah seorang sahabat dekat beliau Anas bin Malik.

Anas r.a, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah beliau menegur, “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.” (HR. Ahmad)

Subhaanallah. Sungguh mulia akhlak Rasulullah saw ini. Selama sepuluh tahun lamanya, Anas bin Malik berseliweran di rumah Rasulullah, tidak pernah sekalipun terdengar kata-kata “Ah”.

Bahkan menegur dengan kalimat yang menurut kita sepele sebagaimana contoh hadits di atas, “Kenapa kamu lakukan ini?” juga tidak pernah terujar di rumah tangga Rasulullah.

Bagaimana denganmu sahabatku? Tidakkah kau ingin anak-anakmu menjadi anak-anak yang berbakti, berbuat baik, berakhlak mulia kepadamu? Dan nyatanya Rasulullah saw telah menunjukkan carana dengan memulainya dengan dari diri beliau sendiri.

Sesungguhnya orang tua itu menjadi contoh bagi anak-anaknya. Dan contoh itu lebih mudah diingat daripada hapalan dan pelajaran yang disampaikan di sekolahan.

Maka bila Rasulullah saw adalah teladan terbaik bagi manusia, sudah sepantasnya kau meniru beliau dengan tidak berkata “Ah” kepada anak-anakmu. Tidak menegur mereka dengan “Kenapa kau melakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.  Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s