Tingginya Cita-Cita Selaras dengan Kuatnya Cobaan yang Mendera

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang penuh dengan cinta di hatinya, janganlah kau gegabah dalam membuat cita-cita. Jangan sembrono sebelum tahu tantangan-tantangan yang mungkin kau dapati di dalamnya. Semua agar kau nanti di tengah jalan tak menyesal dan terkulai lemas tak berdaya.

Tahukah siapa orang-orang terbaik setelah Rasulullah yang mulia? Pastilah empat pengganti beliau yang telah terkenal sejak dahulu kala. Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib nama semuanya.

Dan tahukah kau siapa di antara pengganti Rasulullah ini yang wajar dalam kematiannya? Hanya Abu Bakar saja yang wafat karena usianya telah renta. Sementara lainnya dibunuh oleh mereka yang menginginkan Islam musnah dari dunia.

Bukankah mereka adalah para pemiliki cita-cita tertinggi di antara manusia setelah utusan Allah Yang Maha Kuasa? Tapi lihatlah tantangan dan cobaan dalam hidupnya. Semuanya wafat sebab makar kaum durjana.

Dan itulah yang ingin aku ceritakan kepadamu sahabatku. Cita-cita yang tinggi itu selaras dengan ujian yang datang menderu-deru. Tidak mudah dan tidak pernah gampang memiliki cita-cita tinggi dan mulia seperti para khalifah itu.

Sebuah peribahasa Arab mengatakan “jika banyak yang diminta sedikit yang akan akan membantunya.” Apalagi cita-cita itu untuk bertemu dan mendapat ridho Tuhan Pencipta Alam Raya. Sudah pasti minim bantuan yang akan kau terima.

Kuceritakan ini agar kau tak gampang goyah saat menjalani hidup menuju cita-cita yang kau damba. Semua tidak ada yang mudah dan berjalan dalam lintasan yang lurus-lurus saja. Pasti ada gelombang yang kadang akan menghempaskan dan mendorong hatimu dalam kesedihan yang merana.

Dan saat itu terjadi, kuharap kau tak akan mudah kecewa. Karena kau dari mula memang sudah sadar, jalan yang kau tempuh untuk meraih cita dan impianmu memang bukan jalan yang menurun tapi menanjak dan berkelok jalurnya.

Tapi sahabatku yang penuh dengan rasa kasih sayang, pernahkah kau tahu para khalifah itu menyesal akan jalan yang mereka ambil? Pernahkah mereka menangisi kisah tragis hidup mereka yang dalam urusan dunia, mereka hanya memiliki harta secuil?

Tidak, mereka bahkan merasa bahagia akan janji-janji surga yang telah diungkapkan kepada mereka. Meski mereka sadar surga itu terlalu mahal untuk dibayar meski dengan nyawa. Hanya dengan kasih sayang Allah sajalah mereka bisa mendapatkan itu semua.

Dan bila untuk kasih sayang Allah itu harus dibayar dengan kesusahan, kemiskinan, kesakitan pembunuhan, mereka rela. Tidak sedikitpun mereka bersedih atas semangat hidup berdasar cinta kepada Allah Tuhan Pencipta alam semesta.

Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s