Setinggi Apakah Cita-Cita yang Tinggi itu?

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang senantiasa mendapatkan karunia Allah, kau pasti telah sering mendengar kalimat “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.” Tidak cukupkah cita-cita itu digantungkan setinggi bukit? Mengapa ia harus digantungkan pada kondisi yang meraihnya pun sulit?

Coba kau renungkan kembali kondisi pelari maraton yang sanggup berlari dalam jarak yang jauh dan waktu yang lama. Bagaimana dia bisa melakukannya? Karena ia sadar bahwa garis akhirnya masih nun jauh di sana. Tidak boleh dia berleha-leha tapi juga tidak boleh dia tergesa-gesa.

Napas harus panjang kata orang. Itulah alasan mengapa impian dan cita-cita harus tinggi menjulang. Bahkan untuk melihat cita-cita itu kau tak bisa melakukannya dalam sekali pandang. Agar kau tidak cepat puas dan semangatmu pun segera menghilang.

Bila cita-cita itu tinggi, orang akan mempersiapkan diri. Ia mengatur napas dengan perhalan tapi pasti. Ia juga berbekal dengan bekal yang membuatnya bertahan dalam penjalanan yang penuh onak dan duri.

Bila cita-cita itu rendah, orang akan merasa puas dengan mudah. Ia ingin segera sampai meski dengan napas terengah-engah. Setelah sampai di cita-citanya ia enggan bergerak dan berubah. Toh ia telah sampai dengan berlelah-lelah.

Padahal perjalanan hidup itu panjang. Di dunia ini manusia sebenarnya seperti para petualang yang hilir mudik lalu lalang kemudian berhenti sejenak untuk menikmati sedikit apa yang telah terhidang.

Tapi ia tak boleh terkulai. Perjalanan hidupnya masih belum usai. Ia harus tetap berjalan menuju akhirat yang akan datang baik ia menyambutnya dengan tawa berderai atau air mata berurai.

Maka buatlah cita-citamu tinggi. Agar otot-otot semangatmu tetap membaja dan tak bergeming saat menghadapi berbagi cobaan dan uji. Karena kau tahu kau tak boleh berhenti. Tujuanmu bukan di sini, tapi di sana saat kau bertemu Sang Ilahi.

Sahabatku yang hatinya suci, tingginya cita-cita bagi seorang muslim bukanlah cita-cita dunia. Cita-citanya tinggi melebihi batasan usia manusia bahkan peradaban yang ada di alam semesta.

Cita-cita tinggi adalah cita-cita yang tulus untuk bertemu Sang Pencipta. Oleh karenanya ia tidak boleh berhenti karena ujian yang mendera. Ia juga tidak boleh berhenti karena perubahan yang terjadi pada dunia.

Cita-cita yang tinggi adalah impian untuk mendapat ridha Allah, bertemu Rasul-Nya beserta sahabat beliau yang mulia. Ia melebihi cita-cita semu yang sering digaungkan manusia sebagai kesuksesan atau bahagia.

Sudah setinggi apakah cita-citamu sahabatku? Semoga Allah memberikan hidayah agar kau bercita-cita bertemu dengan Rabb-mu.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s