Bukan Kecepatan tapi Stamina

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang dicintai Allah, marilah kita mengambil pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan di dunia dari lomba lari. Ada dua jenis lomba lari yang sangat penting untuk diambil ilmunya kali ini.

Yang pertama disebut dengan sprint atau lari jarak pendek, dan yang kedua disebut maraton atau lari jarak jauh. Meski keduanya sama-sama berlari tapi sebenarnya ada perbedaan dalam bentuk tubuh.

Lihatlah kondisi fisik atlet dua lari yang berbeda ini. Bagi pelari jarak pendek, secara umum bertubuh kekar, padat dan berisi. Otot-otot yang terbentuk pada kaki dan seluruh tubuh menunjukkan karakter khusus lomba lari pada nomor ini.

Karena jarak yang ditempuh pendek, maka yang dibutuhkan adalah waktu yang singkat untuk mencapai garis akhir. Kecepatan adalah kunci sehingga otot-otot dilatih untuk memberikan tenaga dorong sebesar mungkin sebagaimana mobil mutakhir.

Otot-otot yang besar, tenaga jantung yang kuat, kecepatan mengambil oksigen dan mengeluarkannya menjadi syarat utama menjadi pemenang lomba lari jenis ini.

Tapi tidak demikian bagi pelari jarak maraton yang menempuh jarak lebih jauh. Badan atlet maraton lebih langsing, lebih kurus meski tidak bisa dikatakan lebih ringkih dan rapuh.

Otot-ototnya memang disesuaikan untuk tidak terlalu meledak-ledak tapi memiliki stamina yang prima. Kecepatan tetap menjadi kunci tapi ia bukan segala-galanya. Karena kecepatan yang tinggi tapi stamina yang rendah adalah sesuatu yang tak berguna.

Bagus saat memulai namun dengan cepat terengah-engah bahkan sebelum mencapai separuh perjalanan lomba. Padahal perjalanan yang ditempuh bisa jadi masih bermil dan berjam-jam lamanya.

Paru-paru atlet maraton luar biasa. Kapasitas oksigennya senantiasa berada dalam kondisi prima. Denyut jantungnya juga tidak berdebar kencang tapi tetap stabil dan terjaga. Semua itu demi menaklukkan perjalanan yang panjang dan melelahkan yang harus ditapakinya.

Semangat yang tumbuh dari cinta terhadap dunia ibarat pelari jarak pendek yang penuh dengan kesuksesan-kesuksesan sementara. Karena memang dunia yang dicarinya tidak akan kekal selamanya. Semangatnya hanya bertahan selama umur dunia.

Sedangkan semangat yang berasal dari cinta kepada Sang Pencipta bagaikan pelari jarak jauh yang terlihat seakan kurus tak bertenaga. Baginya kesuksesan sebenarnya adalah saat sampai di garis akhir saat berjumpa dengan yang dicinta, Allah Yang Maha Kuasa. Kesuksesan selain itu hanya persinggahan sementara.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s