Semangat Soal Ibadah, tapi Tidak Saat Bekerja?

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang semoga senantiasa beroleh barokah, ada kalanya semangat menggebu di satu sisi menurun di sisi lainnya. Termasuk yang sering terjadi adalah semangat datang saat ibadah dan turun saat bekerja, atau bisa juga sebaliknya.

Seolah-olah, bahwa orang yang beribadah bukanlah orang yang membutuhkan dunia. Dan orang yang tekun bekerja seakan tidak peduli tentang apa yang akan ia bawa saat menghadap Sang Pencipta.

Padahal Islam tidak mengajarkan itu semua. Allah mengajarkan keseimbangan pada manusia dan dicontohkan dalam kehidupan nyata oleh Rasul-Nya. Tidak ada pemisahan bahwa ini untuk dunia dan ini untuk akhirat semata. Semua yang dilakukan manusia sebenarnya semua untuk akhiratnya.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash: 77)

Manusia yang hidup di dunia membutuhkan kebutuhan-kebutuhan sebagaimana manusia lain di dunia. Rasulullah saw, manusia yang paling mulia, juga masih membutuhkan dunia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk mendapatkan akhirat, manusia membutuhkan dunia. Untuk mendapatkan pahala yang besar berupa surga, manusia harus membuktikannya dengan melakukan berbagai macam kebaikan saat hidup di dunia. Termasuk bekerja.

Sahabatku yang penuh kebaikan dalam hatinya, orang-orang yang semangat bekerja tidak semuanya sama. Ada orang yang bekerja hanya mendapatkan dunia. Tapi ada juga orang yang bekerja mendapatkan dunia dan akhiratnya.

Meski sama-sama bekerja, ada orang yang tujuan kerjanya hanya untuk mendapatkan harta. Harta itu dipikirnya akan membuatnya aman dari segala marabahaya dan mendapatkan bahagia.

Sebaliknya, orang yang cinta dengan Sang Pencipta bekerjanya memang untuk mendapatkan penghidupan dunia. Tapi itu tidak hanya berhenti di sana. Harta dunianya ia gunakan untuk menafkahi keluarga, menunaikan zakat, infak dan sedekahnya. Semua itu karena ia cinta Sang Pencipta melebihi cintanya kepada dunia.

Sahabatku, jangan kau mudah tertipu dengan semangat bekerja karena dunia. Meski ia memberikanmu gairah membara untuk meraih harta demi menopang penghidupan di alam fana. Tapi hanya sampai di sanalah tujuannya.

Pupuklah rasa cinta pada Sang Pencipta. Karena Ia Maha Kekal, tak akan sirna oleh waktu atau masa. Dengan rasa cinta itu, semangatmu akan tetap menggema. Meski memang tidak mudah rasanya menaiki roda dunia.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s