Dari Cinta Menuju Semangat Membara

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku yang dirahmati Allah, tahukah kau kalimat “man jadda wajada”? Kata ini pasti sudah kau kenal lewat buku atau layar sinema. Artinya, “Barang siapa yang bersungguh-sungguh, berhasillah dia.”

Untuk berhasil, sukses, bersungguh-sungguh atau semangat adalah modal awal bagi siapapun. Tapi sebenarnya dari manakah asal semangat ini turun? Apakah ia datang begitu saja dari langit kemudian terjun? Bisakah ia ditumbuhkan layaknya tanaman dalam kebun?

Sahabatku, pernahkah kau mengalami atau melihat kisah-kisah orang yang sedang kasmaran atau jatuh cinta? Ketika kekasihnya membutuhkan sesuatu, apa yang dilakukan pasangannya?

Pastilah ia berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pastilah ia bersungguh-sungguh dan bersemangat untuk mendapatkan apa yang diinginkan pasangannya walau hanya bermodal mur dan baut.

Tapi saat terjadi perselisihan di antara mereka, rasa kasmaran dan cinta kemudian sirna. Yang muncul hanya benci dan marah. Dan hal ini membuat semua semangat dan kesungguhannya berubah.

Jangankan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan, orang yang sedang benci, untuk bertemu saja menjadi sesuatu yang sangat berat untuk dilakukan. Berganti  sudah semangat dan kesungguhan.

Walau aktivitas yang dilakukan ketika kasmaran dan benci sama, tapi ternyata semangat dan kesungguhannya sudah jauh berbeda. Nyata sudah bahwa semangat itu didasari oleh rasa cinta.

Ketika seseorang merasakan cinta, maka semua aktivitas yang dilakukan untuk orang yang dicintai akan menjadi indah dan mudah. Sesulit apapun aktivitasnya, semua akan dilakukan dengan semangat membara.

Sebaliknya, ketika yang datang adalah rasa benci, semua aktivitas akan menjadi beban berat yang tak kenal henti. Malas dan keengganan akan terasa saat benci melanda hati.

Kesimpulannya, semangat dan tidaknya seseorang itu akan sangat bergantung pada derajat kecintaan seseorang itu pada sesuatu. Bila telah cinta , maka ia akan berusaha untuk meraihnya dengan menggebu-gebu.

Tapi bila tidak mencintai sesuatu itu, maka sangat mungkin ia akan menghindar. Yang terbayang hanya rasa enggan dan berat untuk melakukan aktivitas meski segala keuntungan telah disebar.

Bagaimana dengan dirimu sahabatku? Siapakah yang kau tuju? Siapakah yang kau harap akan membalasmu? Kau bisa menjawabnya sendiri dengan merasakan berat ringannya langkahmu.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s