Tetap Berbuah Meski dalam Perubahan

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Suatu saat, para sahabat sedang berkumpul bersama Rasulullah saw. Dalam pertemuan itu tiba-tiba Rasulullah mengajukan pertanyaan kepada para sahabatnya.

“Tahukah kalian pohon yang hijau, daunnya tidak pernah berjatuhan dan berguguran yang menjadi perumpamaan bagi seorang muslim?” Maka para sahabat menjawab dengan berbagai macam jawaban.

Tapi ternyata semua jawaban itu masih belum tepat. Sampai akhirnya Rasulullah menjawab, “Pohon itu adalah pohon kurma.”

Kenapa demikian? Alasannya sebagaimana yang disampaikan Allah dalam surat Ibrahmim ayat 24-25:

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat

Selain hadits di atas ada hadits lain yang menggambarkan kondisi seorang muslim. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabada, “Perumpamaan orang mukmin adalah bagai dahan tumbuhan yang daunnya miring sesuai tempat datangnya angin, namun jika telah tenang, dahan itu bisa kembali lurus. Demikian pula seorang mukmin, terkadang dalam keadaan miring karena ujian. Sebaliknya perumpamaan orang kafir bagaikan pohon padi yang lurus dan keras, sehingga Allah (dengan mudah) mematahkannya kapan saja sekehendakNya. (HR. Bukhari)

Sahabatku, seorang muslim dan mukmin adalah dia yang tegar dalam perubahan. Ia tidak mudah patah karena ujian. Bisa jadi ia merasa berat ketika ujian datang, tapi ketika ujian telah berlalu ia bisa tenang kembali dan tegak.

Ketegaran itu muncul karena memang akarnya telah menghunjam ke bumi dengan kuat. Hal ini berarti keimanannya kepada Allah yang kokoh, murni dan tidak tercampur oleh noda-noda syirik.

Dan ketika akar itu telah menghunjam kuat maka pertumbuhan batang dan dahannya akan mampu mencapai tinggi yang maksimal. Sehingga ia bisa meraih sinar mentari untuk menghasilkan buah.

Buahnya juga manis. Sehingga menyenangkan bagi orang yang memakannya. Banyak sumber gizi yang dari dapatkan dari buahnya.

Dalam ketegaran seorang muslim, tidak ada jeda baginya untuk terus memberikan buah dan manfaat sebagaimana pohon kurma. Dalam keadaan lapang atau sempit, ia tetap memberikan manfaat kepada lingkungannya.

Semua itu bisa diraih bila memang akar aqidah telah kokoh. Sehingga ketika datang angin, ia tidak roboh, ia mampu kembali tegar dan tetap menghasilkan buah tanpa henti. Bagaimana dengan dirimu? Sudahkah kau tegar dalam badai perubahan? Wallahu a’lam

3 responses to “Tetap Berbuah Meski dalam Perubahan

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s