Pelajaran Menyeluruh melalui Perubahan

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sesungguhnya sebaik-baik pengajaran adalah apa yang diajarkan Allah kepada hambaNya. Dan sebaik-baik cara mengajarkan adalah cara Allah mengajarkan ilmu kepada hambaNya.

“(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada seseorangpun, sedang Rasul yang berada di antara kawan-kawanmu yang lain memanggil kamu, karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imran:153)

Cara Allah mengajarkan sebuah ilmu tidak hanya teoritis tapi juga prakteknya. Dan prakteknya pun bukan sebuah eksperimen atau percobaan saja tapi langsung ada di lapangan kehidupan yang sebenarnya.

Ilmunya tidak hanya diterima oleh mata dan telinga serta otak. Semua bagian tubuh manusia merasakan. Otak, tangan, kaki, mata, telinga, kulit bahkan jiwa manusia merasakan pengajaran Allah.

Perhatikan saja contoh pengajaran ilmu tentang keteguhan sebagaimana diungkapkan firman Allah di atas. Allah mengajarkan sebab-sebab kekalahan, rasa sedih dan kecewa atas kekalahan yang diterima umat Islam kendati mereka adalah hambaNya.

Allah mengajarkan agar orang-orang beriman tetap bersatu dan tidak mudah tergoda oleh dunia. Ketika mereka seharusnya tetap berada pada posisi yang ditetapkan Rasulullah, ternyata mereka melanggar karena silau oleh dunia.

Sehingga ketika diserang, mereka pun akhirnya lari tunggang langgang tidak memperhatikan bahwa Rasulullah masih hidup dan ada di tengah-tengah pertempuran.

Kekalahan yang diderita oleh umat Islam ketika itu adalah ketentuan Allah. Tapi Allah juga menunjukkan bahwa kekalahan itu juga memiliki faktor-faktor yang akan menjadi penyebabnya. Dalam kasus perang Uhud, faktor penyebab kekalahannya adalah keengganan untuk mematuhi perintah Rasulullah saw karena silau dunia.

Dan karena setiap kejadian di dunia ini sudah ditetapkan oleh Allah, maka Allah juga menghibur umat Islam agar mereka tidak bersedih hati bila mengalami kekalahan, atau menderita luka bahkan kematian. Pasti semua itu ada pelajarannya.

“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.” (QS. Ali Imran: 140-141) Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s