Menjadi Terbaik itu Hanya Bisa Didapat Dengan Perubahan

Yang terbaik selalu muncul setelah ada ujian (sumber gambar: www.flickr.com)

Yang terbaik selalu muncul setelah ada ujian (sumber gambar: www.flickr.com)

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,”(QS. Al Mulk: 1-2)

Sahabatku yang dirahmati Allah, ternyata perubahan menurut Allah juga menjadi ujian. Siapakah di antara kita yang lebih baik amalnya. Perubahan dalam hidup manusia akan menampakkan hal itu.

Ada kalanya ketika kondisi dalam keterbatasan, manusia akan sangat dekat dengan Allah. Namun bagaimana bila kondisinya berubah menjadi lapang? Apakah ia akan semakin dekat atau menjauh? Itulah ujiannya.

Ada kalanya juga ketika kondisi sakit, manusia akan sangat tergantung kepada kesembuhan yang dimiliki Allah. Namun bagaimana saat kondisinya berubah menjadi sehat? Apakah ia akan semakin bersyukur atau ingkar? Itulah ujiannya.

Tidak hanya kemalangan yang menjadi ujian, tapi sebenarnya apa yang disebut manusia sebagai keberuntungan juga adalah sebuah ujian. “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al Anfaal: 28)

Bagi orang yang tidak berharta, ketika terjadi perubahan sehingga ia memiliki harta sebenarnya ia sedang berada dalam ujian Allah. Sementara bagi orang yang berharta kemudian mengalami perubahan menjadi miskin juga sedang berada dalam ujian Allah.

Bagi yang belum dikaruniai putra, ketika terjadi perubahan sehingga ia mendapatkan karunia seorang putra, itu adalah sebuah ujian. Dan ketika seorang yang telah memiliki keturunan kemudian keturunannya meninggal menduhuluinya, sebenarnya itu adalah ujian.

Mengapa Allah memunculkan ujian dalam bentuk berbagai macam perubahan ini? Jawabannya juga sudah ada ayat kedua dalam surat Al Mulk di atas, “supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.”

Untuk mendapatkan hasil terbaik, seseorang harus melalui proses perubahan. Bila ia bisa tetap berada dalam kondisi terbaiknya setelah perubahan terjadi, barulah setelah itu ia mendapatkan predikat terbaik. Bila tidak, maka ia belum layak menjadi yang terbaik.

Organisasi dan lembaga bisnis manusia yang layak mendapatkan predikat terbaik bukan yang memiliki keuntungan terbesar. Tetapi mereka yang tetap berada dalam kondisi terbaik setelah berbagai perubahan terjadi.

Begitu juga manusia, mereka yang terbaik adalah yang tetap kokoh setelah melalui ujian perubahan. Bagaimana denganmu sahabatku? Sudahkah kau layak mendapat hamba yang terbaik amalnya? Wallahu a’lam  

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s