Sesuaikan Pesan dengan Kondisi, Tidak Sekedar Marah dan Membentak (8 Resep Sukses Sir Alex Ferguson – Tulisan 5)

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Andy Cole, ketika ditanya soal “hair dryer treament” ia menjawab, “Jika tim kalah tapi Sir Alex yakin kau telah memberikan yang terbaik, hal itu bukan masalah. Tapi bila kau kalah dengan permainan yang jelek, siapkan saja telingamu.”

Sebuah kondisi yang menunjukkan bahwa Sir Alex Ferguson tidak selalu menggunakan kata-kata keras dan berteriak. Bahkan sebaliknya ada kalanya juga bahwa kata-kata positif lebih banyak berpengaruh pada permainan tim.

Hal yang disadarinya, ialah bahwa tidak ada orang yang senang dikritik. Walaupun terkadang ada orang yang menjadi lebih baik dengan kritik. Tapi sebagian besar menjadi lebih baik dengan semangat.

“Para pemain itu juga manusia, dan bagi mereka tidak ada kata yang lebih baik daripada kata ‘well done’. Cukup dua kata itu, kau tidak harus berlebihan dalam memberikan pujian.” Ungkap Sir Alex.

Tapi harus disadari bahwa bila dalam sebuah pertandingan, para pemain tidak bermain dengan semestinya, mereka harus diingatkan tentang kesalahan yang mereka lakukan.

Di saat-saat seperti itulah teguran menjadi penting. Dan Sir Alex pasti mengungkapkannya langsung setelah pertandingan, tanpa menunggu besok. Ketika sudah disampaikan, berarti sudah cukup, tidak perlu diperpanjang.

Sebelum pertandingan dimulai, Sir Alex biasanya mengungkapkan apa yang ia harapkan dalam pertandingan nanti. Selain itu ia biasanya mengingatkan agar para pemain percaya diri dan percaya pada rekan setimnya.

Ketika masa istirahat dan tim berada pada posisi menang, semuanya mudah. Tinggal masalah konsentrasi, dan hal-hal kecil lainnya. Tapi ketika kalah, hal yang disampaikan adalah agar tim fokus pada kekuatan mereka sendiri, dan harus membetulkan kesalahan yang membuat tim kalah.

Tim ini adalah tim yang cerdas dalam taktik. Bila terlalu lembut dengan para pemain, mereka tidak akan menjalankannya, harus ada rasa takut. Tapi bila hanya ada rasa takut mereka juga tidak akan menunjukkan performa yang bagus.

Sir Alex menyadari bahwa menjadi manajer memiliki beberapa peran yang hanya cocok digunakan pada kondisi tertentu. Ada kalanya manajer itu harus menjadi dokter, guru atau bahkan menjadi ayah. Bagaimana dengan dirimu sahabat?

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s