Siapa yang Memegang Kendali? (8 Resep Sukses Sir Alex Ferguson – Tulisan 4)

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Akhirnya terkuak sudah pertanyaan selama beberapa tahun ini. Roy Keane salah seorang kapten dan gelandang bertahan terbaik yang pernah dimiliki oleh MU di tahun 2005 dikeluarkan dari MU. Tidak banyak yang tahu alasan pastinya.

Ternyata dia telah melanggar prinsip yang telah ditetapkan di MU. Dia mengkritik permainan rekan setimnya di depan publik. Ini adalah sebuah pelanggaran berat menurut Ferguson. Pelanggaran ini tidak boleh dibiarkan.

Menghadapi banyak pemain bintang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Tapi Ferguson sudah menetapkan diri sejak awal bahkan sebelum dia hadir di MU bahwa dialah yang memegang kendali. Kepribadian seorang menajer harus lebih besar daripada pemain-pemainnya.

Dan ini tidak hanya terjadi pada Roy Keane, seorang top scorer pada masa itu juga mengalaminya, Ruud van Nistelrooy. Dia melawan keputusan Ferguson yang membangkucadangkannya. Hasilnya, dia “dibuang” ke Real Madrid.

Seorang manajer harus tahu siapa di antara pemain dan staff yang memiliki pengaruh besar kepada tim. Jika memang ada, maka hal itu harus segera dihentikan. Meski orang itu adalah pemain terbaik di dunia. Masa depan klub lebih besar dari pada satu orang pemain. Dan haruslah manajer yang memiliki pengaruh terbesar di klub.

Ada juga klub-klub di liga Inggris yang sengaja melemahkan kontrol manajernya dengan memperkuat posisi pemain. Hal ini tidak sehat. Bila manajer atau pelatih tidak bisa mengontrol, dia tidak akan bertahan lama.

“Aku harus cepat bertindak ketika salah seorang pemain mengeluarkan pengaruh yang negatif. Banyak yang tidak sepakat, tapi membiarkan pengaruh negatif itu berkeliaran akan mempengaruhi kontrol manajer. Maka aku harus bertindak cepat.” Jelas Ferguson.

Ini bukan masalah membuktikan siapa yang lebih berkuasa, tapi ini masalah siapa yang bertanggung jawab atas keberhasilan tim, dan untuk itu manajer harus memegang kendali penuh atas pemain-pemainnya.

Dalam organisasi manapun, seorang pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab untuk keberhasilan organisasinya. Dan untuk itu pemimpinlah  yang harus memegang kendali. Bila ada orang lain selain pemimpin yang memiliki pengaruh besar, ini berbahaya.

Tidak boleh ada dua nahkoda dalam satu kapal, karena yang terjadi setelah itu hanya perpecahan dan kegagalan. Ferguson menegaskan bahwa dirinyalah yang memegang kendali di MU. Bagaimana dengan organisasimu?

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s