Standar Kerja Yang Tinggi di Semua Lini (8 Resep Sukses Sir Alex Ferguson – tulisan 3)

Sumber gambar: www.manutd.com

Sumber gambar: www.manutd.com

“Dulu aku sering melihat Ronaldo, Beckham, Giggs, Scholes dan yang lainnya berada di lapangan. Mereka berlatih selama berjam-jam. Lalu aku menggedor jendela dan berteriak, ‘Hei, kita ada pertandingan Sabtu ini.’

Tapi tetap saja mereka ingin berlatih. Mereka sadar bahwa menjadi pemain Manchester United itu bukan pekerjaan yang mudah.” Itulah yang disampaikan Sir Alex Ferguson ketika berbicara soal kerja keras.

Bayangkan kondisi-kondisi seperti itu. Kira-kira apa yang membuat para pemain Manchester United demikian semangat? Padahal seringkali kita mengira bahwa pemain dengan label superstar adalah para pemain manja.

Tapi ternyata ini tidak terjadi di Manchester United. Dan inilah rahasia ketiga kesuksesan Sir Alex Ferguson. Dia menentukan standar yang tinggi bagi semua personel yang ada di klub.

Hal ini tentu saja dimulai dari sang manajer, Sir Alex Ferguson sendiri. Di awal-awal kedatangannya di MU, dialah orang yang pertama kali datang ketika latihan. Dan ini ia lakukan selama bertahun-tahun.

Selanjutnya para staff mengikuti langkahnya, bahkan seringkali mereka akhirnya datang sebelum Ferguson datang. Para staf tahu bahwa ada sesuatu yang penting yang harus diselesaikan hari ini yang membuat mereka harus datang pagi. Billa Ferguson mampu melakukannya, para staf berfikir, mereka pasti juga bisa melakukannya.

sumber gambar: www.manutd.com

sumber gambar: www.manutd.com

Begitu juga dengan pemain. Ferguson hanya mendatangkan pemain-pemain yang memang dia sebut sebagai “bad losers”. Para pemain yang tidak pernah menyerah. Pemain yang selalu bekerja keras. Termasuk para pemain bintang.

Dia sering mengatakan kepada para pemain, jika kau menyerah sekali, maka kau akan menyerah dua kali. Hal ini memang terpatri dalam diri Ferguson. Ia menyadari hal ini saat dia menjadi pemain.

Dalam latihan, tidak ada yang disebut sebagai main-main, semuanya serius, penuh dengan fokus, kecepatan, sebuah kinerja yang tinggi dari semua sisi permainan.

Soal pemain bintang, Ferguson ternyata memiliki pandangan yang jauh dari pikiran kebanyakan orang. Menurutnya bekerja keras adalah sebuah bakat. Namun bagi para pemain yang berbakat, mereka malah harus bekerja lebih keras dari yang lain.

Kerja keras itulah yang menunjukkan bahwa mereka adalah pemain bintang. Para pemain bintang telah siap untuk bekerja lebih keras dari yang lain. Jadi bukan ego yang menjadi masalah dari pemain bintang. Ego itulah yang malah bisa membuat mereka menjadi pemenang. Dengan ego itu mereka rela melakukan apapun untuk meraih kemenangan.

Kesuksesan itu selalu identik dengan kinerja yang tinggi, kerja keras, bahkan bagi mereka yang memiliki bakat. Orang yang berbakat adalah mereka yang siap menunjukkan kerja keras yang lebih dari orang lain. Dan ini harus menjadi bagian keseharian organisasimu.

Ferguson memulai standar kerja yang tinggi ini dari dirinya sendiri, bagaimana dengan dirimu?

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s