Ternyata Solusi Mamah Dedeh dan Luqman Sama, Aqidah Islamiyah yang Kuat

sumber gambar: www.an.tv

sumber gambar: www.an.tv

Pagi sebelum berangkat kerja, aku melihat sejenak Mamah Dedeh dan acaranya di salah satu stasiun TV. Temanya menarik dan membuat penasaran yakni, “Pergaulan Bebas.”

Jawaban yang tegas tanpa tedeng aling-aling memang sudah menjadi ciri khas Mamah Dedeh dalam menjawab serta menjelaskan materi atau tema yang dimunculkan, tidak terkecuali dalam membahas pergaulan bebas.

Tapi ada satu hal yang menarik yang muncul dalam pengajian di TV pagi itu. Jawaban Mamah Dedeh atas berbagai macam pertanyaan yang muncul selalu dimulai dengan satu solusi yang sepertinya menjadi fokus perhatian beliau.

Menanamkan Aqidah Islamiyah. Itulah jawaban pertama dari setiap pertanyaan yang diajukan para peserta pengajian. Berganti pertanyaan tentang pergaulan bebas, jawaban pertama Mamah Dedeh tetap menanamkan Aqidah Islamiyah.

“Bila seseorang sudah kuat aqidahnya, ia akan seperti ikan yang hidup di lautan. Ketika air laut rasanya asin, tapi ikan yang hidup di dalamnya tetap tawar.” Begitu ungkap Mamah dalam menggambarkan efek kekuatan aqidah pada diri seseorang.

Orang yang tertanam betul aqidahnya tahu betul yang mana yang haram dan mana yang halal. Ia akan menghindari yang haram dan meraih yang halal.

Tapi bagaimanakah menanamkan aqidah? Apakah sebagaimana di sekolah dasar dengan membaca buku-buku Aqidah Islamiyah? Cukupkah itu disebut menanamkan Aqidah Islamiyah?

Marilah kita tengok di surat Luqman. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Inilah contoh manusia yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’an untuk menggambarkan bagaimana cara menanamkan Aqidah Islamiyah kepada anak-anak. Dan sungguh contoh ini adalah contoh yang sangat agung.

Syirik bukan berarti menyembah patung, pohon atau batu-batu. Syirik artinya mengadakan tandingan, menyandingkan Allah dengan makhluk-Nya yang lemah dan tidak berdaya.

Karena para kafir Quraisy tidak menganggap berhala itu sebagai tuhan. Tuhan, menurut mereka tetaplah Allah. Tapi dengan menyembah berhala, mereka beranggapan doa dan permintaan mereka akan lebih dikabulkan oleh Allah.

Seakan-akan Allah membutuhkan makhluk, dan bila perantara itu tidak ada maka Allah tidak akan mengabulkan doa dan permintaan mereka. Inilah maksud dari syirik.

Dan Luqman adalah sosok yang tepat menggambarkan itu semua. Luqman adalah seorang hamba Allah, yang berprofesi sebagai tukang kayu. Namun ia juga adalah seorang budak. Ia juga berkulit hitam dan berhidung pesek.

Dengan kondisi fisik dan status sosial yang di mata manusia terkadang dianggap tidak sempurna karena kulitnya yang hitam dan menjadi seorang budak, ia yakin dan percaya sepenuhnya bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah semata. Dan hanya Allah sajalah yang patut untuk disembah dan ditaati.

Tidak ada rasa kecewa, tidak ada rasa rendah diri karena perbedaan fisik serta status sosial yang dimilikinya. Dan inilah cara mengajarkan Aqidah Islamiyah yang efektif.

Dengan contoh sehari-hari, dengan perilaku dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki keteguhan keyakinan akan adanya Allah, kekuasaan Allah, kebenaran janji-janji Allah, dan tidak menyandingkan Allah dengan sesuatu apapun.

Nyatanya, untuk menanamkan Aqidah Islamiyah dengan efektif kepada anak adalah dengan menanamkan Aqidah Islamiyah terlebih dahulu kepada diri sendiri.

Oleh sebab itu, teruslah belajar sahabatku, teruslah beribadah, dan teruslah meminta kepada Allah swt agar Aqidah Islamiyah ini senantiasa tertanam kepada diri dan keluargamu. Wallahu a’lam.

 

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s