Serial Kisah Cinta dan Pengorbanan (3)

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Dua Orang Sahabat Yang Ingin Membuktikan Cintanya

Di antara para sahabat Rasulullah yang utama ada kisah tentang dua sahabat yang selalu ingin menunjukkan cinta dan pengorbanan kepada Allah. Nama mereka adalah Abu Thalhah dan Umar bin Khattab.

Abu Thalhah adalah seorang sahabat Anshar. Di antara sahabat Anshar lainnya, ia memiliki kekayaan yang banyak. Di antara yang ia miliki adalah sebuah kebun yang dikenal dengan Bairuha’.

Bairuha’ ini terletak di depan masjid Nabawi. Rasululah sendiri biasa mengunjungi kebun ini untuk meminum airnya yang segar. Sungguh sebuah kekayaan yang pasti akan dicintai oleh pemiliknya.

Lalu Allah menurunkan sebuah ayat tentang infaq yang termaktub dalam surat Ali Imran ayat 92. Bunyi ayat ini adalah, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Mendengar ayat ini, Abu Thalhah bersegera menemui Rasulullah. Ia ingin mendapatkan kebajikan yang sempurna yakni surga Allah swt. Ia menyampaikan kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, Allah telah menyampaikan, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.”

“Kebun Bairuha’ adalah harta yang paling kucintai. Aku ingin mensedekahkan kebun ini untuk mengharap balasan dari Allah semata. Ya Rasulullah, putuskan kegunaannya yang paling tepat menurut engkau.” Lanjut Abu Thalhah.

Rasulullah pun memenyambut keinginan Abu Thalhah. “Kekayaan yang menguntungkan, kekayaan yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang kau sampaikan. Dan aku pikir sangat tepat bila kebun ini kau bagi kepada sanak kerabatmu.”

“Baik ya Rasulullah, aku akan melaksanakannya.” Sahut Abu Thalhah. Abu Thalhah akhirnya membagi kebun Bairuha’ kepada sanak kerabatnya.

Begitu juga dengan Umar bin Khattab. Ia juga menyampaikan kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, kekayaanku yang paling berharga adalah bagianku di Khaybar. Oleh karenanya, apa yang engkau perintahkan kepadaku terkait kebun itu?”

“Tahanlah tanahnya, dan berikanlah hasilnya di jalan Allah” Jawab Rasulullah.

Sahabatku, dua orang sahabat Rasulullah ini mencintai kekayaan yang mereka miliki. Tapi kecintaan mereka kepada Allah dan Rasulullah mengalahkan semua cinta itu.

Ketika disampaikan bahwa surga itu hanya dicapai dengan menginfakkan harta yang dicintai, mereka bersegera meraihnya. Mereka tidak lagi menunda untuk membuktikan bahwa cinta mereka kepada dunia tidak sebesar cinta mereka kepada Allah dan RidhaNya. Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s