Apakah Allah Membutuhkan Daging dan Darah Hewan Kurban?

2-akandisembelihSesungguhnya Allah tidak membutuhkan itu semua. Allah bahkan tidak butuh iman dan taqwa kita. Allah tidak membutuhkan apapun karena dia Maha Kaya. Tapi sebaliknya manusia adalah fakir karena ia membutuhkan semua dari Allah.

Bila Allah tidak membutuhkan semua itu mengapa diperintahkan manusia untuk berqurban?

Sebagaimana ibadah-ibadah yang lain seperti shalat, puasa, zakat dan haji, ibadah-ibadah ini sama sekali tidak dibutuhkan Allah. Manusialah yang sebenarnya membutuhkan ibadah-badah ini.

Karena ibadah ini menjadi bukti akan penyerahan diri kepada Allah swt. Semua ibadah yang kita lakukan juga menjadi pertanda bahwa manusia adalah memang benar hamba Allah yang harus tunduk dan patuh kepadanya.

Ketaatan dan ketaqwaan itulah yang dinilai oleh Allah dari manusia atas semua amal aktivitasnya ketika berada di dunia. Dan penilainya juga tidak sebagaimana manusia yang menilai berdasarkan nilai-nilai keduniaan.

Menurut pandangan manusia, berinfaq 10 juta pastilah lebih berharga daripada 100 ribu. Tapi dalam pandangan Allah bisa jadi berbeda. Semua tergantung pada aktivitas hati manusia yang berinfak.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat penampilanmu atau hartamu, tapi Allah melihat hati dan amal perbuatanmu.” (HR. Bukhari Muslim)

Bagi Allah apa yang ada dalam hati itu penting. Karena bila hati itu telah bersedia menerima ketentuan-ketentuanNya, apa yang ada dalam amal perbuatan akan mengikuti.

Bukan berarti hati itu yang terpenting sehingga semua amalan hanyalah amalan yang terletak di dalam hati. Malah sebaliknya, bila ia telah meyakinkan amalan hatinya untuk Allah semata, maka apa susahnya untuk berkorban atas keyakinan yang ada dalam hatinya.

Bila ia telah yakin dan cinta kepada Allah, apa yang memberatkannya untuk sholat? Bila ia telah yakin dan cinta kepada Allah, apa yang menyulitkannya untuk bisa puasa, zakat atau bahkan haji?

Maka bila seseorang mengaku telah beriman namun tidak membuktikan keimananannya, apakah benar ia telah beriman? Karena iman itu menuntut bukti dengan amal perbuatan.

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Hajj: 37)

 Manusia yang membutuhkan bukti-bukti keimanan, sehingga nanti ketika Hari Perhitungan ia bisa menunjukkan semua bukti itu di hadapan Allah swt. Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s