Orang yang Beruntung adalah Mereka yang Beriman

Iman menjadikan manusia memiliki karakter mulia (sumber gambar: flickr.com)

Iman menjadikan manusia memiliki karakter mulia (sumber gambar: flickr.com)

Sahabatku yang dirahmati Allah, menuju bulan cinta Dzulhijjah, banyak umat Islam kini berusaha menggapai cinta dengan melaksanakan salah satu rukun Islam yakni Haji.

Di dalam Qur’an sendiri, ada sebuah surat yang banyak bercerita tentang haji. Nama surat tersebut adalah Al Hajj. Dan Maha Suci Allah, bila kau membuka ayat pertama di surat itu yang kau temui bukanlah tentang haji, tapi tentang kiamat.

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.  (QS. 22: 1-2)

Ini adalah sebuah peristiwa yang wajib kau yakini. Karena meyakini terjadinya Kiamat atau Hari Akhir menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam iman kepada Allah, Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Kedahsyatan kejadiannya sungguh tidak terbayangkan. Tapi apa yang belum sanggup terbayangkan bukan berarti tidak benar. Dulu orang juga tidak bisa membayangkan bagaimana orang bisa terbang atau bisa menyelami lautan. Tapi kini?

Dan keyakinan itu diawali dengan keyakinan terhadap Allah, malaikat-Nya, para rasul-Nya, kitab-kitab Nya dan qadha’ serta qadar, dan disempurnakan dengan yakin akan pasti terjadinya Hari Akhir atau Kiamat.

Apa efek meyakini terjadinya Hari Akhir pada diri manusia?

Secara umum, sebagaimana rukun iman yang lain, semuanya adalah hal-hal yang ghaib, tak bisa ditangkap oleh panca indera manusia. Allah tidak bisa kita indera, tapi kita yakin bahwa Allah ada dan melihat serta mencatat amal perbuatan kita.

Begitu juga dengan beriman kepada Hari Akhir, kehati-hatian dalam bertingkah laku di dunia akan bertambah. Kenapa harus menumpuk-numpuk harta bila nanti tidak kau bawa serta menuju alam barzakh? Kenapa harus khawatir dengan kemiskinan bila memang akhir semua manusia sama?

Kenapa harus kecewa dengan kemalangan bila memang kita akan menuju Allah ‘azza wa jalla? Kenapa harus khawatir dengan kegagalan bila nanti yang diperhitungkan Allah itu proses dan bukan hasilnya?

Dengan iman, orang akan menjadi optimis dengan hidupnya.  Menjadi pemberani untuk belajar hal-hal baru. Di sisi lain ia juga akan menjadi penakut untuk bermaksiat kepada Tuhannya.Ia akan menjauhkan diri dari mendholimi manusia lain karena kedholiman itu akan dibalas oleh Allah swt.

Memang iman membuat karakter manusia menjadi luar biasa. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s