Belajar dari Tahu dan Tempe

Sumber gambar: flickr.com

Sumber gambar: flickr.com

Ya sahabat, aku dan kau harus belajar dari tahu dan tempe. Makanan yang sudah menjadi menu wajib bagi rakyat Indonesia terutama yang tidak mampu, kini pun hilang dari pasaran. Para produsennya menolak membuat karena mahalnya harga kedelai.

Pelajaran penting apa yang bisa diambil dari tahu dan tempe?

Menurutku pelajaran yang bisa diambil adalah merawat aset berharga bagi keberlangsungan usaha. Dalam produksi tahu dan tempe, dan usaha lain pasti ada kebutuhan yang harus dipenuhi untuk bisa menghasilkan sebuah produk.

Untuk produksi tahu dan tempe bisa jadi kebutuhannya adalah, ketersediaan bahan baku seperti kedelai dan air. Selain itu juga butuh tenaga manusia dan bahan bakar serta lokasi dan kebutuhan lain.

Seringkali orang hanya memperhatikan produksi tapi tidak memperhatikan perawatan atau ketersediaan kebutuhan produksi. Sehingga ketika alat rusak, bahan baku hilang,  atau bahan bakar terbatas semua menjadi terbengkalai.

Bila tenaga kerja untuk produksi tahu tempe hampir dipastikan terjangkau, tinggal memastikan ketersedian lain. Kebutuhan peralatan, bahan bakar dan bahan baku juga perlu dipastikan ketersediaannya.

Kebutuhan yang paling penting dan paling rawan ketersediaannya harus mendapatkan prioritas yang utama. Harus disiapkan beberapa jalur untuk memastikan ketersediaannya.

Bila ketersediaan kedelai sangat krusial bagi produksi tahu dan tempe, harusnya produsen juga memiliki jalur penyediaan kedelai yang lain. Karena bila tidak, gangguan dalam ketersediaan kedelai akan mengganggu produksi keseluruhan.

Begitu juga dengan jenis usaha lain. Bila sebuah usaha atau institusi sangat tergantung dengan kualitas SDM-nya, maka ia harus mengamankan jalur ketersediaan SDM-nya.

Institusi yang hidupnya tergantung dengan ketersediaan bahan bakar, maka ia harus mengamankan ketersedian bahan bakar. Dan begitu juga selanjutnya.

Sudahkah kau mengamankan ketersediaan kebutuhan terpenting dalam hidup dan berkembangnya usahamu? Bila belum, segeralah mengamankannya. Jangan sampai apa yang terjadi pada tahu dan tempe menimpa usaha atau institusimu.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s