Kisah Dzulqarnain dan Ya’juj wa Ma’juj

Akalmu yang terbatas (sumber gambar: flickr.com)

Akalmu yang terbatas (sumber gambar: flickr.com)

Setelah mengisahkan perjalanan Khidir dan Musa alaihimaas salaam, Allah mengisahkan tentang Dzulqarnain serta keturunan Adam as yang bernama Ya’juj wa Ma’juj.

Siapakah Dzulqarnain?

Ia adalah salah satu hamba Allah yang shalih. Allah memberikannya anugerah berupa pengetahuan, kekuatan dan kekuasaan yang besar. Sehingga ia bisa menaklukkan semua negara sepanjang ia melakukan perjalanan.

Dalam sebuah perjalanan ke arah barat, di manapun ia menemukan negara atau kaum baru, maka ia akan mendakwahi mereka. Bila mereka beriman kepada Allah, maka ia akan berlaku baik kepada mereka. Tapi bila mereka kufur, maka ia akan memerangi mereka.

Begitu juga selanjutnya ketika ia melakukan perjalanan menuju arah timur. Hingga ia menemukan tempat di mana tidak ada naungan dari matahari. Dalam perjalanannya pula ia berdakwah agar manusia beriman kepada Allah swt.

Lalu ia pun kembali melakukan perjalanan hingga ia sampai ke sebuah daerah yang berada di antara dua gunung. Penduduk di daerah tersebut berkeluh kesah tentang Ya’juj wa Ma’juj yang membuat kerusakan di daerah mereka.

Mereka bersedia memberikan harta benda sebagai bayaran bila Dzulqarnain bisa menyelamatkan mereka dari kejahatan Ya’juj wa Ma’juj. Namun sebagaimana Sulaiman as yang menolak harta dari Balqis, Dzulqarnain juga menolak harta itu.

Ia hanya meminta tenaga dan peralatan yang mereka miliki untuk membuat benteng yang nantinya digunakan untuk mengurung Ya’juj wa Ma’juj.

Sejak saat itu hingga nanti Allah menghendaki benteng  itu runtuh menjelang kiamat, Ya’juj dan Ma’juj akan tetap terkurung dan tidak mampu keluar dengan cara apapun mereka berusaha. Dengan naik ataupun menggali dan melobangi, benteng yang terbuat dari besi dan tembaga itu tetap kukuh berdiri.

Siapakah Ya’juj wa Ma’juj?

Mereka adalah dari keturunan Adam as. Yang artinya mereka juga manusia. Namun mereka sangat gemar membuat kerusakan di muka bumi. Mereka gemar membunuh dan berbuat kerusakan di dunia.

Bagaimana sikap kita terhadap kisah-kisah yang kadang di luar nalar seperti Ya’juj wa Ma’juj ini?

Dalam Islam, sebagaimana kita ketahui, banyak hal yang memang di luar nalar. Tapi yang dianggap sebagai sesuatu yang tidak logis itu sebenarnya karena keterbatasan manusia.

Manusia di jaman Rasulullah Muhammad saw menganggap bahwa orang yang mampu melakukan perjalanan dari Mekkah ke Palestina kemudian kembali lagi ke Mekkah dalam satu malam adalah sesuatu yang mustahil.

Tapi sekarang? Hal itu bukanlah hal yang mustahil. Tidak logis karena memang keterbatasan manusia. Dan begitu jugalah dengan keajaiban-keajaiban lain yang dikisahkan dalam Al Qur’an dan sunnah Rasulullah.

Hal-hal yang berhubungan dengan keimanan diterima terlebih dahulu oleh iman di dada sebelum logika akal. Bagaimana denganmu sahabatku?

(tafsir Ibnu Katsir surat Al Kahfi: 83 – 101)

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s