Tahukah Kau Asal Muasal Kebebasan Manusia?

sumber gambar: flickr.com

sumber gambar: flickr.com

17 Agustus sebuah tanggal yang pasti kau ingat betul. Tanggal itu menunjukkan hari lahirnya sebuah negara yang bernama Indonesia. Negara yang kita cintai, setelah dijajah selama kurang lebih 350 tahun.

Kemerdekaan dan kebebasan kini kembali mengemuka di masa-masa sekarang yang dikenal dengan demokrasi. Semua orang kini merasa berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berperilaku, semua bebas dilakukan.

Namun kebebasan yang kau rasakan saat ini mungkin barangkali ada sebagian yang terlalu berlebihan. Ada orang-orang yang melakukan sesuatu dengan bebas tanpa memperhitungkan kebebasan orang lain.

Belajar tentang arti sebuah kebebasan maka kita harus kembali meneliti sejarah panjang manusia yang diwarnai oleh berbagai perjuangan dan peperangan dalam melawan penjajahan.

Namun makna kebebasan baru bisa ditemui ketika dimulainya sejarah manusia di muka bumi. Maka, marilah kita kembali kepada sejarah Adam dan Hawa. Nenek moyang seluruh manusia di muka bumi.

Ingin lebih bahagia, menjadi lebih baik, lebih aman, lebih nyaman, itulah alasan awal muncul kebebasan. Dalam diri manusia, hal ini menjadi pertarungan abadi antara nurani yang dibantu oleh logika dengan hawa nafsu.

Adam as sebenarnya telah dijanjikan oleh Allah dengan kehidupan yang baik di surga dengan terpenuhinya segala kebutuhan, ditambah lagi dengan dihadirkannya Hawa di sisinya.

(Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al A’raaf: 19)

Namun iblis mencoba menawari Adam sesuatu. Iblis menyebutnya dengan tawaran yang terbaik. Dengan mengikuti tawarannya, Adam akan menjadi makhluk yang abadi di surga.

Dan di sanalah kebebasan itu muncul. Allah memberikannya kepada manusia. Dengan akal nurani yang diberikan Allah, manusia menjadi makhluk yang mampu membuat pilihan. Bukan didasarkan oleh hawa nafsunya semata.

Maka sebenarnya kebebasan adalah hak manusia untuk memilih sesuatu yang lebih baik bagi dirinya. Bukan memilih yang lebih buruk. Karena sudah menjadi kodrat manusia ingin menjadi lebih baik, lebih nyaman, lebih aman dari pada sebelumnya.

Kisah Adam dan Hawa menunjukkan, bahwa memang kebebasan memilih ini tidak gratis. Ada konsekuensi yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat manusia. Konsekuensi itu baik atau buruk, baru dirasakan setelah pilihan itu diambil, hal ini disebut pengalaman.

Orang yang layak diberi kebebasan memilih adalah mereka yang memiliki motif untuk menjadi lebih baik. Dan yang kedua adalah mereka memiliki ilmu dan pengalaman akan konsekuensi dari pilihan yang diambil.   Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s