Ini yang Dinasihatkan Rasulullah kepada Jamaah Wanita waktu Shalat Ied

sumber gambar: www.flickr.com

sumber gambar: www.flickr.com

Sahabatku, Ramadhan kini akan meninggalkan kita. Hari raya Fitri semakin dekat. Berbagai macam persiapan tentu telah kau lakukan untuk menyambutnya. Tapi tahukah kau Rasulullah memiliki beberapa kebiasaan ketika ber-Idul Fitri?  Salah satunya adalah kebiasaan untuk mengingatkan para muslimah.

Dikatakan dalam beberapa hadits shahih baik yang diriwayatkan oleh Bukhari – Muslim atau Ahmad, setelah memimpin sholat Id dan berkhutbah, beliau mendatangi lokasi jama’ah wanita. Beliau mengingatkan mereka dengan sebuah ayat.

Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki merekadan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al Mumtahanah: 12)

Kemudian setelah membaca ayat ini, Rasulullah bertanya, “Apakah kalian sebagaimana ayat itu?” Salah seorang wanita menjawab, “Iya”. Lalu Rasulullah meminta agar mereka bersedekah. Serta merta Bilal menghamparkan kainnya. Setelah itu, para jamaah wanita melemparkan cincin-cincin yang mereka miliki.

Sahabatku, sesungguhnya ayat ke dua belas surat Al Mumtahanah di atas mengisahkan tentang bagaimana Rasulullah diminta untuk membaiat para wanita yang hijrah menuju Madinah.

Bai’at yang diminta Rasulullah adalah janji setia untuk beriman dan beramal shalih. Maka ketika setelah shalat Id selesai, Rasulullah mengingatkan lagi agar para wanita muslimah tetap berada dalam janji setianya.

Dan ketika mereka diajak untuk melakukan urusan yang baik (bersedekah) mereka langsung menaatinya. Perhiasan apa yang ada pada diri mereka kemudian langsung disedekahkan pada saat itu juga.

Semoga Allah juga menganugerahkan iman yang semakin kuat tertanam dalam diri setelah dilatih di Ramadhan. Dan buktinya ketika diajak untuk berbuat kebaikan jawabannya ialah, sami’na wa atho’na “kami dengar dan kami patuh”. Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s