Perhatikan Hal Berikut Bila Kau Ingin Memberikan Bantuan Tanpa Melalui Lembaga

Sumber gambar: www.flickr.com

Sumber gambar: http://www.flickr.com

Kemarin, Rabu, 31 Juli 2013, seorang dermawan bertanya kepada salah seorang petugas PKPU Surabaya, “Pak, apakah boleh kami meminta data anak yatim dhuafa? Kami ingin memberikan bantuan secara langsung kepada mereka tanpa melalui PKPU. Apakah bisa?”

Mendapat pertanyaan seperti ini, menjawabnya tidak segampang pertanyaannya. Karena memang di lapangan, pemberian bantuan memang harus dengan hati-hati. Bila tidak, niat baik bisa berakhir runyam.

Cara terbaik untuk menjawabnya tentu saja kami harus terlebih dahulu berdiskusi dengan sang dermawan. Kami harus tahu terlebih dahulu detil niatannya, mulai dari bentuk bantuan, jumlah, waktu dan tujuan penerimanya.

Bagi kau yang ingin memberikan bantuan secara langsung ada beberapa hal yang harus kau ketahui terkait memberikan bantuan. Hal-hal berikut ini memang kami dapatkan dari pengalaman di lapangan. Semoga bisa bermanfaat.

Yang pertama adalah bahwa masayarakat yang membutuhkan atau dalam kondisi dhuafa itu beragam. Sehingga bisa jadi apa yang telah kami anggap sebagai orang yang membutuhkan bisa jadi dianggap orang atau lembaga lain belum. Begitu juga sebaliknya.

Yang kedua, selain beragam, jumlah masyarakat yang membutuhkan sangat besar, dan mereka memiliki kecemburuan sosial yang tinggi. Bila satu keluarga mendapatkan bantuan, sementara keluarga yang lain tidak, ini bisa memunculkan konflik horizontal atau paling tidak ada “rasan-rasan” bahwa ada ketidak adilan.

Ketiga, bentuk bantuan. Perbedaan kebutuhan memunculkan perbedaan keinginan. Dan ini membuat bantuan dalam bentuk uang menjadi yang paling mudah. Karena uang akan mudah dibelanjakan berbagai kebutuhan.

Namun hal ini bukan tanpa resiko. Bantuan dalam bentuk uang bisa membuat yang menerima malah membelanjakan untuk yang kurang bermanfaat seperti rokok.

Keempat, pemberian langsung, apalagi sampai ada antrian, membuat para penerima manfaat kehilangan harga diri. Dalam memberikan bantuan atau santunan, menjaga harga diri penerima juga menjadi perhatian kami. Jangan juga muncul image bahwa Islam menganjurkan meminta-minta.

Ini adalah beberapa hal yang harus kau perhatikan sahabatku. Diskusi lebih lanjut akan memberikan kejelasan kepada kami, bagaimana proses pemberian bantuan yang terbaik. Bermanfaat bagi yang menerima, dan melegakan bagi yang memberi. Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s