Janganlah Kau Menantang Adzab-Nya

Kalau aku tidak percaya, kau mau apa? Coba buktikan! (sumber gambar: www.flickr.com)

Kalau aku tidak percaya, kau mau apa? Coba buktikan! (sumber gambar: www.flickr.com)

Sahabatku, tahukah kau kisah-kisah pengingkaran para umat-umat sebelum Muhammad saw? Pelajaran apa yang bisa kau ambil dari semua peristiwa-peristiwa itu?

Allah mengingatkan kita, “Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan dari memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlalu pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.” (QS. Al Kahfi: 55)

Suatu ketika Syu’aib as. datang kepada kaumnya. Ia mengingatkan agar mereka beriman kepada Allah dan melakukan jual beli dengan cara yang diridhai Allah. Dan mereka menjawab seruan itu dengan tantangan.

“Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Asy Syu’araa’: 187). “Tunjukkan kebenaran siksa yang kau janjikan waha Syu’aib.” Itulah tantangan mereka.

Begitu juga ketika Luth as. mengingatkan kaumnya agar menghindarkan diri dari perbuatan keji yang mereka lakukan. Dan ternyata jawabannya juga sama. Mereka menantang agar didatangkan siksaan.

Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Al Ankabut: 29)

Begitu juga dengan kaum Quraisy yang ingkar kepada Allah dan RasulNya. Mereka juga menantang Rasulullah.

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (QS. Al Anfaal: 32)

Padahal di umat-umat sebelum Rasulullah SAW, semua yang menantang untuk didatangkan adzab akhirnya diadzab oleh Allah dan tidak tersisa satu pun.

Sesungguhnya sudah cukup tanda-tanda kekuasaan Allah. Bagi mereka yang benar-benar jujur ingin mencari kebenaran, cukuplah tanda-tanda kekuasaan Allah itu menjadi bukti. Tak perlu lagi menantang untuk diadzab karena sesungguhnya menantang adzab itu bukti pengingkaran. Wallahu a’lam.

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s