Apakah Bersikap Biasa-Biasa Saja Menjelang Ramadhan Dilarang?

Bila tamu agung datang, masihkah ada yang pake celana kolor dan kaos oblong? (sumber gambar: flickr.com)

Bila tamu agung datang, masihkah ada yang pake celana kolor dan kaos oblong? (sumber gambar: flickr.com)

Ramadhan 1434 H akan segera datang. Banyak yang mengingatkanmu agar mempersiapkan diri menjelang Ramadhan. Maka tidak jarang muncul pertanyaan sebagaimana judul di atas.

Kenapa harus pakai persiapan?

Yang pasti, Ramadhan adalah bulan mulia. Banyak keutamaan dan hitungan pahala tersendiri ketika melakukan aktivitas ibadah di dalamnya, jadi rugi bila tidak dipersiapkan.

Selain itu, bulan-bulan selain Ramadhan bisa jadi sangat jarang kita berpuasa, maka kondisi tubuh yang biasa mendapat asupan makan siang, minum, dan asupan lainnya akan menjadi lemah saat berpuasa apalagi selama sebulan.

Tubuh akan menjadi cepat lelah, sehingga kebaikan amal ibadah yang bernilai tinggi malah tidak jadi diraih. Semua karena cepat lelah dan capek bahkan sakit. (semoga Allah memberikan kesehatan saat Ramadhan)

Atau coba bayangkan bila seorang tokoh idolamu (sebagai contoh Sule) menyambangi rumah atau kamar kostmu. Meskipun kau belum yakin apa yang akan kau dapatkan dari Sule, kau pasti bersiap-siap, bersih-bersih.

Kau khawatir akan mendapatkan kesan negatif. Dan kesempatan yang baik itupun lepas. Entah kapan bisa mendapatkannya lagi. Kapan lagi rumah atau kamar kostmu bisa didatangi Sule? Kalau difoto atau direkam kemudian dipampang di Facebook dan Youtube khan bisa numpang terkenal.

Sule tidak datang rutin, tapi Ramadhan kan ada tiap tahun?

Memang sih, Sule bukan Ramadhan yang ada tiap tahun menemuimu. Tapi apakah kau akan ada tiap tahun? Itu yang seharusnya menjadi pertanyaan besar. Karena kau mungkin tidak berada di dunia tahun depan. Tidak ada yang tahu.

Merinding juga sih kalau bicara masalah kematian, tapi memang begitulah adanya. Tidak ada yang tahu kapan ajalnya akan datang. Dan bila Ramadhan itu datang dengan segala keunggulan dan kemuliaannya, patutkah ia disambut dengan biasa-biasa saja. Ia khan lebih dari Sule. Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s