Bukan Besar dan Kecilnya, Tapi Pembangkangannya

Ada yang dianggap besar padahal sebenarnya kecil (sumber gambar: flickr.com)

Ada yang dianggap besar padahal sebenarnya kecil (sumber gambar: flickr.com)

Sahabatku yang dirahmati Allah. Kau sudah tahu bahwa Hari Akhir akan memberikan kesempatan bagimu untuk tahu detil aktivitasmu di dunia. Sekecil apapun aktivitas itu baik dan buruknya semua tak ada yang terlewat.

Nyatanya Allah mengingatkanmu bahwa besar dan kecilnya bukanlah sesuatu yang menjadi fokusmu tapi apakah ketaatan atau pembangkangan yang kau pilih.

Karena bisa jadi sesuatu yang besar dalam pandangan manusia adalah kecil menurut Allah. Dan begitu juga sebaliknya, kecil dalam pandangan manusia besar menurut Allah.

Dan bukankah itu juga terjadi pada peristiwa pembangkangan Iblis kepada perintah Allah untuk sujud kepada Adam? Berdasarkan argumentasi iblis, api itu lebih mulia dari pada tanah, kenapa dia harus sujud kepada Adam?

Tapi argumentasinya bukan sebuah argumentasi yang tepat. Karena Allah lah yang mencipatakan semua apa yang ada. Dialah satu-satunya yang berhak menentukan siapa yang mulia siapa yang tidak.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.(Al Kahfi: 50)

Begitu juga dengan kau, aku dan semua manusia di dunia. Bukan berarti bahwa pelaku dosa besar akan lebih hina dari pada pelaku dosa kecil. Hanya Allah saja yang tahu sebenarnya.

Bukankah ada kisah diterima taubatnya seorang pembunuh sehingga ia masuk surga? Atau kisah pezina yang masuk surga karena memberikan minum kepada anjing yang kehausan.

Sementara ada kisah orang yang masuk neraka karena membiarkan binatang peliharaannya mati. Atau kisah pahlawan yang masuk neraka karena jihadnya diakhiri dengan bunuh diri.

Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus. (HR. Ath-Thabrani). Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s