“Ramadhan Lagi, Ramadhan Lagi?!!” Bolehkah Berkata Seperti Itu

Duh, kok sudah Ramadhan lagi? (sumber gambar: flickr.com)

Duh, kok sudah Ramadhan lagi? (sumber gambar: flickr.com)

Disadari atau tidak, bisa jadi judul di atas pasti pernah terbersit dalam hati (astaghfirullah). Walaupun ada yang kemudian bersegera meminta ampun kepada Allah, tidak jarang juga yang melanjutkan gerutunya.

Tulisan ini mungkin belum menjawab boleh atau tidak, tapi ijinkanlah aku untuk mencari tahu mengapa ungkapan itu muncul dalam benakmu. Dan ketika kau mengetahui asal muasalnya semoga kau dan juga aku bisa saling mengingatkan.

Ketika ungkapan “Ramadhan Lagi. Ramadhan Lagi?” muncul, maka yang terasa adalah betapa malasnya diri menghadapi Ramadhan. Dan termasuk di dalamnya adalah rasa berat yang sudah terbayangkan dalam benakmu.

Tapi jujur, memang manusia itu pada dasarnya seperti itu, gampang mengeluh. Ketika diberikan kebaikan atau kenikmatan maka ia akan kikir, dan bila ditimpa kesusahan ia akan sering mengeluh.

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, (Al Ma’arij: 19-21)

Jadi berkeluh kesah itu adalah sesuatu yang wajar bagi seorang manusia, karena memang demikianlah ia diciptakan. Itulah watak asli manusia. Tapi apakah itu berarti bahwa berkeluh kesah itu baik?

Dari sekian banyak buku dan trainer motivasi yang pernah kau baca dan temui, semua pasti menunjukkan bahwa berkeluh kesah itu buruk. Sedangkan sebaliknya, positive thinking itu baik.

Lalu bagaimana caranya agar bisa positive thinking dengan Ramadhan? Sebagaimana perintah Allah dalam ibadah-ibadah yang lain, Puasa di bulan Ramadhan juga bisa kau anggap sebagai ujian.

Dalam hidup manusia, kau pasti sudah menyadari, bahwa keuntungan yang besar itu pastilah harus diraih dengan perjuangan yang besar. Begitu juga dengan puasa Ramadhan. Berat dan susah perjuangan menjalani puasa di bulan Ramadhan sebanding dengan keuntungan yang akan kau dapatkan.

Tapi Balasannya Tidak Kelihatan

Betul, hal itu memang betul. Balasan puasa sebagaimana ibadah-ibadah yang lain memang tidak terlihat saat itu juga. Dan itu juga bagian dari ujian, ujian iman yang kau miliki, apakah kau yakin dengan janji Allah berupa surga?

Tujuan yang besar akan mampu membuat manusia bertahan menghadapi ujian apapun. Dan bukankah surga itu janji yang layak untuk membuatmu bertahan untuk tetap tunduk kepada-Nya?

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s