Sebuah Contoh Agung Keyakinan Seorang Manusia

Abu Bakar as ShiddiqAku ingin mengingatkanmu tentang seorang sosok sahabat mulia pendamping Rasulullah saw. Kehidupannya adalah sebuah kehidupan yang tak mengenal keraguan akan Allah, Rasul dan Islam. Ia bernama Abu Bakar.

Sahabatku, sesaat setelah peristiwa Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah bercerita kepada orang Quraisy tentang perjalanannya di malam hari menuju Baitul Maqdis dan kembali lagi ke Mekkah dan semua itu ditempuh dalam semalam.

Kisah ini kembali menunjukkan betapa terbatasnya akal manusia. Di saat itu orang mengatakan mustahil orang bisa melakukannya. Kini? Orang bisa bepergian dengan jarak jauh menggunakan pesawat. Saat itu akal pikiran mereka saja yang tidak mampu menggapainya.

Mereka yang ragu dan kembali murtad disebabkan karena mereka menganggap cerita Rasulullah adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Dan karenanya mereka kembali murtad.

Berbeda dengan Abu Bakar. Ketika ia mendapatkan cerita ini, tidak sedikitpun keraguan berada dalam hatinya. Ia bahkan mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad mengatakan bahwa Allah turun ke bumi tiap malam. Dan ini lebih hebat dari kisah Isra’”.

Ya, Abu Bakr tidak tergoda sedikitpun dengan logika dan nalar manusia. Ia yakin bahwa Muhammad saw. adalah seseorang yang pasti benar. Ia yakin bahwa apa yang diceritakan Muhammad se-tidak masuk akal- apapun pastilah benar. Ia tahu bahwa yang belum sanggup adalah akal manusia untuk menangkap kebenaran itu.

Keyakinan ini pun senantiasa ditunjukkan dalam fase kehidupan berikutnya. Suatu ketika Abu Bakr menginfakkan seluruh hartanya. Rasulullah pun bertanya, “Apa yang kau sisakan untuk keluargamu?” Abu Bakr menjawab, “Cukuplah Allah dan RasulNya.”

Saat ia harus menghadapi Umar yang emosional dalam menyikapi wafatnya Rasulullah, ia menghadapinya dengan keyakinan. Keyakinan bahwa Al Qur’an yang telah disampaikan oleh Muhammad Rasulullah adalah benar adanya.

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”(QS. Ali Imran: 144)

Subhaanallah. Sebuah contoh keyakinan yang tidak tergoyahkan kepada Allah dan RasulNya yang memberikan pelajaran berharga bagiku, bagimu dan bagi kita semua.

Inilah contoh mulia sebuah keyakinan. Keyakinan terhadap wahyu dan ilmu-ilmu Allah yang disampaikan oleh RasulNya. Tak ada keraguan sedikitpun dalam diri orang yang yakin akan kebenaran yang telah Allah anugerahkan.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s