Sudahkah Kau Yakin dengan Kehalalan Harta yang Kau dan Keluargamu Makan?

praying statusSahabatku, khawatirlah terhadap harta benda yang kau peroleh. Semaksimal mungkin hindarkanlah diri dan keluargamu dari harta benda yang haram. Rasulullah sendiri memberikan contoh bagaimana beliau sangat berhati-hati.

Abu Hurairah r.a. berkata, “Didatangkan kurma kepada Rasulullah di masa panen. (Orang) ini membawa kurmanya dan (orang) ini sebagian kurmanya, sehingga menjadi seonggok kurma. Kemudian Hasan dan Husain bermain-main dengan kurma itu. Salah satu dari keduanya mengambil kurma itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Rasulullah melihatnya, (lalu beliau berkata dengan bahasa Persia, ‘Kikh kikh,’ agar dia membuangnya, lalu dia mengeluarkan dari mulutnya. Beliau bersabda, ‘Tidakkah kamu tahu bahwa keluarga Muhammad itu tidak makan benda zakat?'”(HR. Bukhari)

Bagimu, anak-anak yang bermain dengan buah-buahan seperti yang dilakukan oleh Hasan dan Husain adalah hal yang wajar. Namun Rasulullah sangat berhati-hati. Karena harta zakat diharamkan bagi keluarga beliau adalah ketentuan dari Allah, maka hal ini bukanlah sesuatu yang remeh.

Mencegah agar keluargamu terhindar dari mengkonsumsi harta haram telah dicontohkan dengan jelas oleh Rasulullah. Meski kadang menurutmu hal-hal seperti itu adalah hal yang lumrah kau jumpai dilakukan oleh anak-anakmu.

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: “Rasululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Alloh telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rosul,

Allah berfirman, “Wahai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih” (QS Al Mukminun: 51). Dan Dia berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” (QS Al Baqoroh: 172).

Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim)

Na’udzubillah min dzalik

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s