Pahala yang Lebih Juga Memiliki Resiko Yang Lebih bagi Isteri

Sumber gambar: flickr.com

Sumber gambar: flickr.com

Sahabatku, dalam Islam besarnya balasan akan senantiasa sebanding dengan resiko dan tingkat kesulitan sebuah kebaikan. Begitu juga dengan urusan sedekah.

Sedekah sembunyi lebih utama dari sedekah yang ditampakkan. Sedekah ketika kekurangan lebih tinggi daripada saat berkelebihan. Dan bila nafkah istri bernilai lebih dari nafkah sang suami, maka pasti ada tingkat kesulitan dan resiko yang lebih besar.

Untuk menggambarkan beratnya kesulitan dan resiko tersebut, akan kusampaikan sebuah kisah rumah tangga muda. Sepasang suami istri dan seorang anak yang menghiasi hidup mereka.

Suami istri ini keduanya bekerja. Meskipun sepertinya yang lebih banyak menopang kehidupan rumah tangga ini adalah sang istri. Sangat jarang terlihat suaminya memberikan uang belanja kepada sang istri.

Sang istri juga tidak keberatan. Ia seringkali memenuhi kebutuhan keluarga dari uangnya sendiri, bukan uang yang diberikan oleh suaminya.

Hal ini memang karena kondisi finansial yang berbeda. Sang suami sedang merintis bisnis dari nol. Sementara sang istri telah menjadi orang penting dalam sebuah perusahaan.

Tapi usia tidak ada yang bisa menebak. Allah mentakdirkan sang suami menghadap Allah terlebih dahulu. Meninggalkan sang istri dan anaknya yang kemudian kembali bersama keluarganya.

Yang menjadikan kisah ini pilu adalah setelah sang suami meninggalkannya, si istri berujar kepada para kerabatnya, “Suamiku tidak pernah memberiku nafkah, akulah yang selama ini memenuhi kebutuhan kami, bukan suamiku.”

Padahal bisa jadi perlakuan suami yang lemah lembut, tidak gampang marah, membantunya mengurus urusan rumah tangga, merawat anak adalah kebaikan yang sangat besar.

Mungkinkah ini yang disampaikan Nabi Muhammad saw ketika mengingatkan para wanita dalam salah satu khutbah Idul Fitri? Bahwa yang membuat wanita banyak menghuni neraka adalah mereka suka mencaci dan menutupi kebaikan suami.

Ujian itu sebanding dengan pahala yang diberikan. Semakin besar pahalanya semakin besar pula ujiannya. Wallahu a’lam.

Sumber inspirasi: Shahih Bukhari, Hadits no. 1369

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s