Bila yang Melaksanakan Suami, Pahalanya Satu, Tapi Bila Istri yang Melaksanakan Pahalanya Dua

Bila mereka yang menafkahi keluarga, dua pahala mereka dapatkan. (sumber gambar: flickr.com)

Bila mereka yang menafkahi keluarga, dua pahala mereka dapatkan. (sumber gambar: flickr.com)

Rasulullah mengajarkan bahwa nafkah yang diberikan oleh seorang suami kepada istri dinilai sebagai sebuah sedekah. Jadi bila memang harta yang dimiliki suami terbatas, sesungguhnya ia tetap bisa bersedekah.

Caranya, dengan memberikan nafkah kepada keluarganya. Lalu bagaimana dengan para istri? Bagaimana bila ternyata si istri memiliki harta yang berlebih dibandingkan si suami? Bagaimanakah sedekah terbaiknya?

Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud mengalami kendala yang sama. Ketika itu ia mendengarkan Rasulullah bersabda, “Bersedekahlah kalian wahai kaum wanita, meskipun dengan perhiasanmu!” Zainab bertanya-tanya atas pesan Rasulullah itu.

Karena dalam keseharian, Zainab yang lebih sering memberikan nafkah untuk keluarga terutama untuk suaminya yang juga memelihara anak yatim. Ia bertanya-tanya, apakah nafkah yang selama ini ia berikan masuk dalam sedekah?

Maka ia berdiskusi dengan sang suami. Sang suami juga tidak tahu bagaimana menjawab keingintahuan istrinya. Maka berangkatlah Zainab untuk bertanya kepada Rasulullah.

“Apakah selama ini yang kulakukan dengan memberi nafkah kepada suami dan anak-anak yatim dalam keluargaku termasuk dalam bersedekah?” Tanya Zainab kepada Rasulullah melalui perantaraan Bilal.

Rasulullah menjawab, “Bagi Zainab, ada dua pahala, pahala menjaga kekerabatan dan pahala sedekah.” Maka jelaslah sudah bagaimana balasan aktivitas Zainab selama ini.

Sang suami telah berusaha, namun tetap kurang memenuhi kebutuhan keluarga. Dan Zainab memiliki harta yang memang berlebih. Dan selama ini ia yang memberikan nafkah itu. Itu semua termasuk dalam sedekah.

Sungguh agung Islam ini. Saat sang suami memberikan nafkah untuk keluarganya, maka nafkah itu dinilai sebagai sedekah. Sementara bila sang istri yang memberi nafkah maka ia mendapat dua, pahala kekerabatan dan sedekah.

Wallahu A’lam

Sumber inspirasi: Shahih Muslim No. 1667

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s