Pelit Dilarang Bukan Karena Akan Menyulitkan Datangnya Harta

Alasan mengapa bakhil dilarang bukan karena alasan dunia (sumber gambar: flickr.com)

Alasan mengapa bakhil dilarang bukan karena alasan dunia (sumber gambar: flickr.com)

Bakhil alias pelit itu berbahaya, tapi apa bahayanya? Maka aku pun mencari tahu dalam Al Qur’an ayat-ayat tentang bakhil dan bahayanya. Aku berhenti di sebuah ayat.

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Ali ‘Imran: 180)

Di beberapa ayat yang lain juga intinya sama. Padahal aku ingin mencari tahu alasan-alasan bakhil dengan bahasa-bahasa dunia. Sebagaimana ketika menurut ilmu-ilmu bisnis yang kubaca dari buku Rich Dad Poor Dad, bahwa bersedekah itu mendatangkan uang yang lebih besar.

Maka secara logikanya, berarti bakhil akan mempersulit datangnya uang itu. Tapi tidak dalam Islam. Tidak ada alasan-alasan logis yang muncul dalam menganjurkan sedekah maupun menjauhkan diri dari bakhil.

Ketika menganjurkan sedekah, Allah mengingatkan tentang keikhlasan, agar pahala kebaikan itu tetap akan mereka peroleh ketika di akhirat. Bukan dengan balasan akan mendapatkan balasan berupa uang di dunia.

Begitu juga Allah ketika melarang bakhil atau pelit. Alasannya bukan alasan-alasan dunia seperti uang yang susah didapat dan lain sebagainya tapi alasan akhirat. Karena bila kau bakhil, dan tidak berzakat maka hartamu akan menjadi ular yang penuh bisa dan menggigitmu di akhirat kelak.

Sahabatku, itulah Islam, bukan balasan dunia yang ia tawarkan. Bukan alasan keuntungan dan kerugian dunia yang ia tunjukkan karena memang bukan dunia yang penting dalam Islam.

Islam memintamu memperhatikan akhiratmu. Caranya, dengan berbuat kebaikan di dunia. Jadi balasan-balasan kebaikan itu tidak sekarang tapi kelak di akhirat. Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s