Jangan Berhenti Bersedekah, atau Kau Binasa

Jangan berhenti memberikan kebaikan sahabat (sumber gambar: flickr.com)

Jangan berhenti memberikan kebaikan sahabat (sumber gambar: flickr.com)

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al Baqarah: 195)

Sahabatku, bila kau hanya membaca terjemahan ayat di atas, kau pasti mengira bahwa kau tidak boleh bersedekah yang membahayakan diri dan keluargamu. Jangan kau bersedekah berlebihan. Dulu aku juga berpikir yang sama.

Tapi sebenarnya ada kisah yang menunjukkan pengertian itu tidak tepat. Kisah itu adalah saat para pasukan Islam menyerang Konstantinopel yang dikuasai oleh Romawi.

Kemudian ada seseorang yang menerobos masuk barisan pasukan Romawi dan menyerang pasukan Romawi tersebut. Sehingga barisan musuh terpecah, sang penyerang tetap selamat dan kembali dalam barisan.

Para prajurit muslim ada yang berkomentar bahwa orang tadi menjatuhkan dirinya dalam kebinasaan. Maka ketika itu ada Abu Ayyub Al Ansari, ia berkata, “Bukan, bukan itu makna ayat itu (2: 195).”

“Kami para sahabat Anshar telah diberi kemuliaan untuk menjadi sahabat Rasulullah. Kami mendukung dan menemani perjuangan beliau, sehingga kami terkadang terlupa akan kepentingan keluarga yang di rumah.”

“Lalu ketika tiba saatnya kemenangan, kami pun mulai berbisik-bisik merencanakan untuk kembali kepada keluarga kami. Meninggalkan jihad ini karena telah menang.”

“Tapi Allah memberikan ketentuan lain. Bila kami melakukannya, menghentikan infak di jalan Allah dan mengalihkannya kepada keluarga kami, maka kami akan jatuh dalam kebinasaan.” Itulah penjelasan Abu Ayyub.

Nyatanya kewajiban untuk infak dan sedekah itu tidak berhenti di saat tidak lagi ada mustahik. Sampai kapanpun infak itu tetap dianjurkan oleh Allah. Jika seorang muslim berhenti berinfak maka sesungguhnya ia akan jatuh dalam kehancuran. Wallahu a’lam

Sumber inspirasi: Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Baqarah ayat 195

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s