Sedekah Yang Lebih Baik dari Sedekah Terbaik

Bukan sekedar memberikan yang lebih, terbaik malah memberikan yang ia sendiri dibutuhkan (sumber gambar: flickr.com)

Bukan sekedar memberikan yang lebih, terbaik malah memberikan yang ia sendiri membutuhkan (sumber gambar: flickr.com)

Sahabatku, kau mungkin sudah pernah mendengar bahwa sebuah kebaikan itu ialah memberikan apa yang terbaik dan yang dicintai. Namun ternyata ada lagi kebaikan yang melebihi itu. Tahukah kau apa itu?

Ini adalah sebuah karakter yang melekat pada diri para sahabat Anshar. “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (QS. Al Hasyr: 9)

Rasulullah sendiri mengatakan bahwa sedekah yang terbaik adalah ketika seseorang itu dalam keadaan membutuhkan, ia sendiri berusaha dengan keras untuk mendapatkannya, namun saat mendapatkannya ia malah mensedekahkannya.

Kisah sedekah terbaik ini telah dicontohkan oleh Abu Bakar ketika ia mensedekahkan seluruh hartanya. Lalu Rasulullah bertanya, “Apa yang kau sediakan untuk keluargamu?”Abu Bakar menjawab, “Cukup Allah dan RasulNya. ”

Kisah serupa juga terjadi ketika ada tiga orang yang terluka dalam perang dan sama-sama membutuhkan air. Namun ketika pertolongan dan air datang setiap orang malah menyarankan agar air itu diberikan kepada saudaranya yang lain yang membutuhkan. Dan akhirnya ketiganya kemudian syahid.

Dan ketiga adalah kisah sepasang suami istri yang menjamu tamu Rasulullah saw. Padahal keluarga mereka sendiri sedang membutuhkan makanan itu. Bagaimana dengan dirimu sahabatku, tidakkah kau ingin dikagumi oleh Allah karena kau mensedekahkan yang sebenarnya kau butuhkan.

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s