Menghabiskan 15 Tahun Di Tempat Yang Menyenangkan

Hot Wheels, Barbie dan mainan lain yang terkenal adalah produk dari Mattel (sumber gambar: flickr.com)

Hot Wheels, Barbie dan mainan lain yang terkenal adalah produk dari Mattel (sumber gambar: flickr.com)

Aku awalnya tidak tahu apa itu Mattel. Aku tergelitik karena aku membaca sebuah artikel di Harvard Business Review yang ditulis oleh Robert A. Eckert, seorang pimpinan Mattel dari tahun 2000 hingga 2012 (menurut Wikipedia)

Ternyata perjalanan Mattel dimulai di tahun 1945. Sebuah masa yang panjang bagi sebuah perusahaan hingga bisa bertahan sampai sekarang ini. Dan Mattel ternyata termasuk dalam 100 perusahaan terbaik sebagai tempat bekerja.

Bagaimana tidak hanya 1.292 posisi yang kosong tapi pelamarnya mencapai 164 ribu orang. Bahkan lebih dari 1.000 orang telah berada di Mattel selama 15 tahun. Bagaimana mereka bisa bertahan sedemikian lama?

Bayaran? Ataukah yang lain? Karena menilik sejarahnya, Mattel bukan sebuah perusahaan yang selalu mulus. Ada kalanya juga goncangan-goncangan yang melanda. Di tahun 2000 saat Eckert datang, Mattel hampir saja bangkrut.

Mungkin yang disampaikan oleh Pak Eckert ada benarnya. Ada dua kata yang sering ia gunakan namun seringkali tidak diperhatikan oleh banyak pimpinan yaitu “Terima Kasih”. Ringan tapi efektif dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada orang lain.

Ada Rave Review Program, Chairman’s Award, dan berbagai acara lain untuk menampilkan penghormatan dan penghargaan atas kerja keras dan dedikasi bagi karyawan di semua level.

Ada tips dari Pak Eckert soal berterima kasih:

  1. Jadwalkan waktu rutin tiap minggu untuk menyampaikan penghargaan atas kinerja yang baik.
  2. Usahakan ucapan terima kasih dalam tulisan tangan, rasanya lebih mengena dari pada dengan sentuha digital.
  3. Kritik saat sendirian, tapi pujilah di depan umum, jangan dibalik.
  4. Bila salah seorang karyawan bekerja dengan baik, informasikan hal tersebut kepada atasannya langsung.
  5. Buatlah budaya menghargai dan berterimakasih.

Bagaimana denganmu sahabat? Apakah kau sanggup bertahan 15 tahun di tempat kerjamu? Kenapa tidak mulai dengan mengucapkan terima kasih?

Wallahu a’lam

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s