Cara Mengetahui Kadar Iman Sedang Naik atau Turun

Jiwa manusia yang selalu bersama karena memang ada persamaan (sumber gambar: flickr.com)

Jiwa manusia yang selalu bersama karena memang ada persamaan (sumber gambar: flickr.com)

Jiwa manusia itu seperti prajurit yang berdatangan. Yang mengenali sebuah kesamaan akan berkumpul dengan yang memiliki kesamaan, dan bila tidak ada kesamaan, maka akan saling memisahkan diri. (HR. Bukhari)

Ini adalah hadits yang menjelaskan kondisi para ash-haabul kahfi. Mereka adalah pemuda-pemuda yang antara satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal. Tapi ketika mengetahui adanya persamaan yang kuat yakni aqidah, mereka pun menyatu.

Dan itulah jiwa manusia. Jiwa yang beriman akan senantiasa mencari jiwa beriman yang lainnya lalu kemudian berkumpul. Semua itu seakan-akan sudah menjadi sebuah sunnatullah.

Tidak mungkin kau jumpai sahabatku, orang yang beriman tapi ia betah berada di lingkungan orang-orang yang selalu bermaksiat. Lambat laun jiwa keimanannya akan semakin tergerus dan tergerus.

Maka, di manakah jiwamu kini sahabatku? Apakah kau berkumpul dengan orang-orang yang beriman? Atau sebaliknya apakah kau senang menghabiskan waktu untuk senda gurau dan bercanda?

Bila kau memang adalah orang yang beriman, maka seharusnya kau merasa senang ketika berkumpul dengan mukmin lainnya. Tapi apakah itu kau dapatkan? Atau kau merasa tak nyaman saat bersama hamba Allah yang beriman?

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).(QS. Al An’aam: 68)

Sesungguhnya jiwa manusia itu akan selalu mencari yang sama dengan dirinya. Maka seperti apa jiwa yang kau sukai, itulah petunjuk tentang bagaimana kadar imanm. Sedang naikkah atau turun? Wallahu a’lam

Sumber inspirasi: Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al Kahfi ayat 13

Silahkan memberi komentar sahabat, tak perlu malu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s